Pindahan Blog

Mulai hari ini saya akan mulai menulis di blog saya yang baru di http://tedytirta.com.

blogbaru

Advertisements

Celana Basah

Tidak lama setelah keluar dari kos menuju kantor, hujan turun tiba-tiba dengan intensitas cukup deras. Di depan Mal Taman Anggrek, hujan sudah deras. Saya ikut teman saya ke kantor dengan sepeda motor. Untung teman saya membawa jas hujan. Saya bisa sedikit terlindung dari air hujan. Karena saya memakai jaket, kaos saya aman tidak terkena air hujan. Sayang sekali celana saya tidak terlindungi. Celana saya dari lutut ke bawah basah terkena air hujan yang menetes dari pinggiran jas hujan. Memasuki jalan Sudirman hujan sudah reda. Menyebalkan masuk kantor dengan celana basah seperti ini, rasanya sangat tidak nyaman. Saat saya menulis tulisan ini, cuaca di luar sudah panas kembali, meskipun awan masih sedikit menghiasi langit Jakarta pagi ini.

Pagi Yang Gerah

Jakarta pagi ini tidak terlalu cerah. Sekitar pukul setengah 7 pagi, dari Grogol sampai Sudirman langit berhias mendung. Tapi mendung dan redupnya matahari pagi ini tidak membuat Jakarta menjadi sejuk. Udara pagi ini terasa gerah mendekati panas. Matahari tidak terik bersinar, awan mendung menaungi Jakarta tapi kok ya tetap saja gerah. Apa karena saking banyaknya kendaraan yang memadati ibukota sehingga panasnya udara dari knalpot mengumpul di udara? Tapi sepertinya bukan, di kompleks tempat saya tinggal pun pagi ini udara terasa panas padahal belum banyak kendaraan yang lalu lalang. Apa yang salah ya?

Oh ya satu lagi, dari kemarin angin kencang bertiup di mana-mana.

Influenza Euy

Hari ini saya tidak datang ke kantor. Sebenarnya saya sudah bangun pagi sekitar pukul 5. Duduk-duduk di depan televisi, badan saya terasa tidak fit. Pilek dan sakit kepala, gejala influenza sepertinya. Hidung basah karena ingus menyebabkan beberapa kali bersin-bersin. Akhirnya jam 6 saya putuskan untuk tidak berangkat ke kantor. Masuk lagi ke kamar lalu tidur lagi. Mau dibilang malas ya silakan, mau dibilang bolos ya silakan…yang jelas hari ini saya hanya ingin mengistirahatkan badan jangan sampai bertambah parah sakitnya.

(Eh orang sakit kok bisa nulis blog ya? 😀 Soalnya kepala saya tambah pusing kalau sehari tidak nulis di blog..ha..ha..ha.. )

Blogging Dengan FLOCK

FLOCK adalah sebuah browser Internet yang dibuat dengan bermacam fitur tambahan yang memanjakan para blogger. Di antaranya adalah fitur mengirimkan postingan langsung dari browser tanpa perlu membuka halaman blog terlebih dulu. Ini adalah contoh tulisan saya yang saya buat dan kirimkan dengan bantuan Flock. Dengan menggunakan fitur ini saya dapat mengumpulkan semua tulisan saya dalam sebuah folder di komputer saya. Akan tetapi, saya agak kesulitan untuk meletakkan gambar di dalam postingan saya. Saya menggunakan WordPress untuk menulis blog, untuk meletakkan gambar di blog saya, saya harus mengupload terlebih dahulu gambarnya ke dalam WordPress. Ini sulit saya lakukan dengan menggunakan Flock. Tapi untuk postingan yang tanpa disertai dengan gambar fitur blogging yang ada di dalam Flock cukup memudahkan saya dalam menulis, mempublikasikan, dan menyimpan semua arsip tulisan saya. Sudahkah Anda mencoba Flock? (kaya iklan minuman saja ya 😀 )

Blogged with Flock

Meja Biliar Kecil

7feetTadi malam saya menyempatkan diri bermain biliar di hotel tempat teman saya menginap. Di salah satu hotel di dekat danau Sunter, disediakan 1 meja biliar yang bebas digunakan oleh tamu hotel. Meja biliar tersebut hanya berukuran 7 feet, meja kecil. Baru kali ini saya bermain biliar di meja berukuran kecil seperti ini. Biasanya saya bermain di meja ukuran standar 9 feet.

Kami bertiga bermain selama kurang lebih 1 jam. Tidak enak bermain dengan cue standar, keras sekali tipnya. Meja itu diletakan di sudut ruangan restoran hotel, dikelilingi dengan semacam pagar besi berukuran sepinggang orang dewasa. Akibatnya di posisi tertentu, kami jadi kesulitan memukul karena ujung belakang cue mentok di pagar 😀 . Salah satu teman saya, engineer Fujitsu China, jago sekali bermain biliar. Tidak sekali pun saya menang melawan dia..he..he..he..Jadi penasaran mengajak dia bermain di meja berukuran standar 😀 .

Tiga Hari Tanpa Tulisan

Sudah 3 hari ini saya seperti kehilangan kemampuan menulis di blog 😀 Tiga hari ini saya tidak menulis apa-apa di blog. Mungkin karena fisik yang lelah membuat saya sulit konsentrasi, meluangkan waktu untuk menulis. Ada memang waktu luang, tapi situasinya kurang nyaman bagi saya untuk menulis di blog. Sebenarnya ada beberapa topik yang sudah mulai saya tuliskan di blog, namun baru berbentuk draft dan belum saya publish. Sudah hampir 3 topik yang saya dapat, saya tulis sebagian. Daripada nanti saya kehilangan topik, lebih baik saya tuangkan dulu ide-idenya dalam bentuk draft. Nanti kalau sudah tenang saya tulis dan segera saya publish. Di WordPress saya bisa menuliskan dulu artikel tanpa perlu langsung mempublikasikannya. Kok rasanya ada yang kurang dan sedikit merasa bersalah ya kalau seharian tidak menulis sesuatu di blog…he…he…he…gejala kecanduan kah 😀 ?

Atribut Kerja Di Bawah Tandatangan

Di milis (mailing list) angkatan (milis teman-teman Elektro 2001) ada sebuah fenomena yang menggelitik pikiran saya untuk dikomentari. Nah di milis angkatan, tidak sedikit teman saya yang menggunakan email dengan tandatangan (signature) yang penuh dengan atribut. Mereka menggunakan tanda tangan (signature) yang dilengkapi dengan gelar dan jabatan di tempat kerjanya 😀 . Banyak juga yang menggunakan email kantor untuk menerima email dari milis. Tidak ada yang salah dengan hal ini, saya hanya sekadar ingin cerita. Bukan mau menyerang pihak manapun lohpeace man..he..he..he.. Rupanya ada suatu kebanggaan tersendiri bagi beberapa teman saya untuk sedikit “memamerkan” posisinya saat ini. Misalnya seperti ini :

Best Regard,
Tuyul, S.T.
Manager IT
PT.Blablabla
Mobile phone : 123456789
Email : xyz@blablabla.co.id

Maaf contohnya ngawur, tidak enak kan kalau mencantumkan contoh beneran. Semakin terkenal perusahaan tempat dia bekerja, semakin bangga rupanya mereka memasang atribut tadi. Saya tadinya bertanya-tanya, apakah ini adalah kebiasaan seorang fresh graduate setelah lulus dan untuk pertama kalinya bekerja? Nyatanya setelah saya bekerja dan punya email kantor saya tidak memakainya untuk ikut milis. Saya lebih senang menggunakan email pribadi daripada menggunakan email kantor untuk ikut milis. Saya pun tidak pernah menggunakan atribut-atribut seperti tadi saya contohkan. Mungkin tempat saya bekerja tidak terlalu terkenal jadi saya kurang pede mencantumkannya dalam tandatangan..ha..ha..ha…Tapi kalau pun saya bekerja di perusahan sebesar mereka, sepertinya saya tidak akan mencantumkan atribut-atribut semacam itu. Takut terkesan sombong sih.. 😀

Komuter Di Seputaran Jakarta

Hampir setiap hari ribuan orang keluar masuk bekerja di Jakarta. Mereka berasal dari kota-kota di sekitar Jakarta, seperti Tangerang, Bogor, Bekasi, Depok, Serpong, dsb. Ada yang mengendarai sepeda motor, mobil, dan banyak sekali yang menggunakan jasa transportasi umum (mulai dari bus, busway, KRL, dll). Saya selalu heran sekaligus kagum melihat orang-orang yang tinggal jauh dari Jakarta. Tiap hari mereka bolak-balik dari rumah ke Jakarta untuk bekerja. Istilah bagi orang-orang seperti mereka adalah komuter. Banyak juga teman saya yang berasal dari seputaran Jakarta. Mereka tiap hari menghabiskan cukup banyak waktu (sekitar 2 – 4 jam) di jalan. Mereka tiap hari harus bangun lebih pagi kalau tidak mau terlambat ke kantor. Apalagi kemacetan Jakarta yang tidak bisa dihindari membuat waktu perjalanan menuju tempat kerja menjadi lebih lama.

jakartamacet

Bayangkan saja, teman saya yang tinggal di Serpong harus sudah berangkat dari rumahnya pukul setengah 6 pagi. Dia baru sampai di kantor pukul 8 kurang. Waktu selama itu akibat kemacetan harian kota Jakarta. Belum lagi kalau terjadi kemacetan yang tidak biasanya di beberapa titik jalan di ibukota. Hal yang sama berulang ketika dia pulang kantor. Pulang dari kantor pukul 6 sore dan baru sampai di rumah paling cepat pukul 8 malam. Ada juga cerita dari teman saya yang lain, dia tiap hari pergi pulang ke rumahnya di Karawang. Dia menghabiskan rata-rata 2 jam sekali jalan dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Tiap hari dia menikmati macetnya pintu tol Pondok Gede Timur, salah satu pintu masuk dari kawasan timur Jakarta.

Salut bagi rekan-rekan pekerja di Jakarta yang tiap hari harus menghabiskan banyak waktu di jalan. Belum terbayang bagi saya menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan. Sebenarnya saya membuat tulisan ini karena kejadian tadi malam. Malam tadi bersama rekan-rekan kantor kami lembur di kantor salah satu klien. Baru meninggalkan kantor klien pukul 24.00. Kami diantar pulang satu per satu oleh sopir mobil kantor.

Yang membuat jadi spesial adalah kami semua harus sudah berada kembali di kantor klien tersebut pukul 8 pagi ini. Dua orang teman saya rumahnya jauh dari Jakarta, Bekasi dan Cibubur. Mereka harus menempuh perjalanan 1.5 jam sampai ke rumah. Pagi harinya mereka pun harus bangun lebih awal supaya bisa kembali lagi ke kantor tepat waktu. Jadi dihitung-hitung mereka hanya punya waktu istirahat sekitar 3 jam. Saya sedikit lebih beruntung. Karena tempat tinggal saya di dalam kota Jakarta, waktu perjalanan hanya sekitar 40 menit. Otomatis waktu istirahat saya sedikit lebih banyak dibandingkan kedua teman saya itu. Tapi tetap saja berangkat kerja dengan ngantuk 😦 .

Ya kurang lebih begitu lah sekelumit cerita tentang orang-orang yang tiap hari pulang pergi bekerja di Jakarta.

Gambar diambil dari http://didats.net/page/334/jakarta-ulang-tahun-ke-479/

Cerita Lain Soal Crane

Lebih kurang 1 bulan yang lalu sebuah crane jatuh di kawasan SCBD Jakarta (baca ini). Hari ini kejadian yang serupa terulang kembali. Sebuah crane jatuh menimpa sebuah mobil Honda CRV di dekat halte busway Latuharhari (lihat Detik.com). Belum jelas apakah ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Dari foto yang ada di Detikfoto, hanya bagian kap depan mobil yang rusak. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.