Taufik Savalas Meninggal Dunia

Pagi ini sekitar pukul 5 pagi saya menonton televisi dan melihat berita meninggalnya Taufik Savalas. Taufik, salah seorang entertainer, komedian, presenter yang cukup kondang di Indonesia meninggal dunia. Dikabarkan Taufik dan beberapa rekannya mengalami kecelakaan mobil di daerah Purworejo Jawa Tengah. Mobil Kijang yang ditumpanginya bertabrakan dengan truk pengangkut semen. Menurut Detikhot.com, Taufik mengalami luka luka serius di kepalanya.

Beberapa acara yang saya ingat pernah dibintangi Taufik di antaranya adalah Republik BBM (versi Indosiar),  Talk-Talk Wow, beberapa acara komedi seperti acara jahil menjahili artis (apa ya namanya? dulu di RCTI), acara monolog komedi di TransTV (lupa juga namanya 🙂 ).

Selamat jalan Taufik Savalas, semoga keluarga & rekan-rekannya tabah dan mendapat penghiburan.

Blogged with Flock

Pergeseran Fungsi SMS

Belakangan ini di televisi banyak sekali tayangan iklan yang menawarkan layanan melalui sms (short message services). Mulai dari ramalan bintang harian, lelucon, undian, cerita kehidupan selebritis, kotbah agama, dan masih banyak varian lainnya. Tidak hanya di televisi, saya pun sering sekali mendapat iklan semacam itu melalui pesan singkat ke handphone saya. Menyebalkan. Ini mirip seperti apa yang ditulis oleh Pak Budi Rahardjo di blognya.

smsSeingat saya layanan semacam ini dulu diawali dari acara reality show semacam AFI, Indonesian Idol. Penonton diminta berpartisipasi dengan mengirimkan pesan singkat untuk mendukung salah satu kontestan acara. Tiap SMS yang dikirimkan bernilai sekitar Rp2000,- Tarif seperti itu jauh lebih mahal daripada tarif SMS reguler yang berada di kisaran Rp350,- (untuk beberapa operator tarif SMS bahkan lebih murah). Layanan pesan singkat semacam ini dikenal dengan layanan SMS premium. Biasanya dicirikan dengan nomor tujuan yang singkat, biasanya 4 digit angka.

Ada pergeseran fungsi dan pemanfaatan dari pesan layanan singkat ini. Kalau pada awal kepopulerannya layanan ini digunakan untuk komunikasi standar, sekarang beberapa pergeseran fungsi sudah terjadi. Yang paling banyak terjadi adalah pemanfaatan SMS premium ini untuk mengeruk keuntungan dari tiap SMS yang dikirimkan. Sebal sekali rasanya tiap kali ada iklan semacam itu di televisi. Dalam benak saya itu salah satu bentuk pembodohan masyarakat. Misalnya SMS harian dari selebritis, sampai sekarang saya tidak percaya kalau SMS semacam itu benar berasal dari si selebritisnya. Tapi apakah semua orang seperti saya, tidak mau gampang percaya? Yang lain adalah SMS tentang undian berhadiah. Secara tidak langsung ini membodohi masyarat. Misalnya dengan semakin banyak SMS maka kemungkinan menang semakin besar. Toh sampai sekarang kita tidak pernah tahu bagaimana kelanjutan dan transparansi dari undian semacam itu. Orang yang mengirimkan SMS tentu akan berpikir, oh saya masih belum menang. Tapi apakah dia bisa bertanya, siapa sih yang menang? Dengan menggunakan cara ini bayangkan keuntungan yang bisa diraih oleh penyelenggara layanan semacam ini. Penggunaan SMS juga sekarang populer digunakan oleh beberapa acara kuis di televisi. Kalau dulu orang perlu mengirimkan kartu pos atau fax, sekarang penonton tinggal mengirimkan SMS untuk ikut kuis.

Tidak semua acara yang menggunakan layanan ini hanya mengejar keuntungan belaka. Minggu lalu misalnya saya melihat acara Republik BBM menggunakan layanan SMS untuk mengumpulkan dana sumbangan bagi perbaikan bangunan sekolah-sekolah dasar. Tiap SMS dari pemirsa dihargai Rp5000,-. Bayangkan berapa banyak dana yang bisa terkumpul dalam sekejap. Jika seribu orang saja mengirimkan masing-masing 1 SMS, maka akan terkumpul Rp 5000000,-. Belum lagi kalau tiap orang mengirimkan lebih dari 1 SMS.

Singkatnya, teknologi pesan layanan singkat atau lebih populer SMS ini sudah berkembang dalam pemanfaatannya. Tinggal bagaimana kearifan penonton dan pengguna layanan SMS dalam menghadapi berbagai tawaran yang membanjir belakangan ini.

Ketik REG <spasi>…Kirim ke 1234….ha…ha…ha…jangan mudah diiming-diimingi deh.

Garut – Swiss Van Java

Tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, saya menonton tayangan di Trans TV. Reportase Pagi kalau tidak salah judulnya, kali ini membahas tentang berbagai hal yang menarik dari kota Garut. Kota Garut adalah sebuah kota kecil yang berada di selatan Bandung, ibukota provinsi Jawa Barat. Garut berada pada dataran tinggi sehingga suhunya sejuk bahkan jauh lebih dingin daripada Bandung. Sekitar satu jam perjalanan dari Bandung, kita sudah bisa mencapai kota Garut.

Yang menarik dari tayangan Reportase Pagi ini adalah Garut disebut sebagai Swiss Van Java. Wah ini baru pertama kali saya dengar. Selama ini saya hanya tahu Bandung dikenal sebagai Paris Van Java (dalam bahasa Belanda ditulis sebagai Parijs Van Java); alias kota Parisnya pulau Jawa. Sebutan ini sudah pasti merupakan warisan Belanda ketika menduduki pulau Jawa, khususnya kota Bandung. Rupanya Garut juga memiliki sebutan yang serupa, Swiss Van Java. Mungkin karena daerahnya yang dingin dan berada di dataran tinggi pegunungan, orang Belanda dulu menyebut Garut sebagai miniatur Swiss di pulau Jawa.

Garut memang enak untuk dijadikan tempat tujuan wisata. Gara-gara melihat TV tadi saya jadi ingat pengalaman saya berkunjung ke Garut tahun lalu. Tahun 2006 lalu sekitar bulan September saya sempat pergi ke Garut untuk urusan kantor. Hotel tempat saya menginap dilengkapi dengan fasilitas kolam air panas di dalam kamar. Air panas yang berasal langsung dari perut bumi. Di Garut memang banyak sumber mata air panas. Panasnya bukan hangat, tapi benar-benar panas. Berendam di dalam kolam tersebut lumayan membuat rileks tubuh. Keluar kamar hotel, saya bisa menyaksikan hamparan rumput yang hijau, mendengarkan gemericik air di kolam-kolam ikan, dari hotel tempat saya menginap saya bisa menyaksikan panorama Gunung Papandayan. Udara di Garut benar-benar segar, cocok sekali untuk orang seperti saya yang lebih menyukai wisata gunung daripada wisata pantai 😀 .

Oh ya, makanan apa yang paling khas dari Garut? Dodol..ha..ha..ha..dodol memang identik dengan Garut. Saya pun sempat membeli dodol sebagai oleh-oleh. Tapi makanan khas Sunda di Garut juga enak, salah satunya adalah Rumah Makan Sambal Cibiuk. Rumah makan ini sepintas sama dengan rumah makan Sunda pada umumnya. Yang paling khas dari RM Sambal Cibiuk ini adalah sambalnya yang pedas bukan kepalang. Menu lain sih sama seperti di rumah makan Sunda, ayam goreng, ikan gurami goreng, karedok, lalapan. Anda yang doyan pedas, patut mencoba makan di sini. Ada menu yang diberi nama “sambal ceurik“; ceurik dalam bahasa Sunda artinya menangis. Ini adalah gambaran bagaimana pedasnya sambal tersebut. Sambal ceurik dibuat dari campuran cabai hijau, tomat hijau, dan beberapa bumbu lain. Karena rumah makan ini terkenal akan sambalnya, di dalam menu disediakan beberapa menu pilihan sambal. Mulai dari sambal yang standar sampai yang pedasnya bukan kepalang seperti sambal ceurik tadi. Nikmat sekali makan sambil lesehan, dengan nasi panas, sambal, lauk pauk khas Sunda, dengan udara yang sejuk, diiiringin dengan irama kecapi suling Sunda…he..he..he..

Mobil Di Atap Rumah

Hari Senin lalu saya tanpa sengaja mendengar berita di televisi tentang sebuah mobil yang “nyangkut” di atas rumah. Hanya mendengar, karena memang sedang tidak berada di depan televisi. Penasaran juga mendengar berita tersebut. Apalagi di ujung berita, si penyiar mengatakan akan ada berita selengkapnya. Penasaran saya tidak berkepanjangan, berita tadi hanya selewat saja di benak saya.

Malamnya ketika menonton televisi saya melihat berita yang sama, mobil di atap rumah. Kali ini saya langsung paham arti sesungguhnya berita tersebut. Rupanya berita tersebut adalah sebuah iklan. Iklan dari Britama, produk tabungan dari BRI. Iklan yang dibuat menyerupai berita sekilas nampak seperti berita sungguhan. Tampilan penyiar, pengambilan gambar, layout ruang berita mirip dengan beberapa acara berita betulan di beberapa stasiun televisi.

“Berita” tadi saya perkirakan adalah untuk mengumpulkan perhatian pemirsa televisi. Mungkin nantinya akan ada “berita” atau lebih tepatnya iklan tentang hadiah mobil dari Britama. Gencar sekali iklan ini ditayangkan. Sampai hari ini sudah berpuluh kali saya menyaksikan iklan ini. Varian iklannya pun tambah banyak, tidak lagi tentang mobil di atap rumah tapi juga mobil di pantai Kuta, dan beberapa cerita lainnya. Semuanya berpusat pada keberadaan mobil di tempat yang tidak biasa.

Cukup kreatif cara pembuat iklan ini untuk mengumpulkan perhatian pemirsa. Dan ternyata bukan hanya saya yang pada awalnya setengah tertipu dengan iklan ini. Beberapa teman juga mengiyakan bahwa pada awal menonton iklan ini mereka “tertipu”, mengira iklan tersebut adalah berita sesungguhnya. Entah seberapa efektif iklan ini dalam memasarkan produknya, yang jelas mereka sudah menang dalam hal menangkap perhatian pemirsa televisi.

SBY-JK Terima Korban LAPINDO

Sejak minggu lalu (Rabu kalau tidak salah) korban lumpur LAPINDO beramai-ramai datang ke Jakarta. Niatnya satu, menemui Presiden RI. Alangkah kecewanya mereka, niat mereka datang menyampaikan aspirasi ke Pak SBY tidak kunjung kesampaian. SBY tidak menemui mereka.

Pagi ini saya melihat berita di Trans7, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menemui perwakilan korban LAPINDO di Istana. Tak mau kalah Jusuf Kalla selaku wakil presiden juga melakukan hal yang sama. Syukurlah masih ada kesempatan bagi SBY dan JK untuk “tebar pesona’… eh salah untuk mendengar aspirasi rakyat kecil.

SBY menjanjikan pemerintah akan menjamin bahwa para korban lumpur tidak akan dirugikan dalam proses pengembalian dana ganti rugi lumpur LAPINDO. Perwakilan para korban pun menyetujui ganti rugi dari LAPINDO dilakukan dalam 2x pembayaran. Pembayaran pertama 20% dan sisanya 80% akan dilakukan dalam 12 bulan ke depan.

Mungkin juga karena hari Minggu kemarin (22/4), korban lumpur LAPINDO diterima oleh Presiden Republik Mimpi “SBY” (Si Butet Jogja) di acara Republik Mimpi yang ditayangkan oleh Metro TV. Ketika menonton Republik Mimpi episode tersebut saya sempat berpikir, wah gara-gara diundang oleh Republik Mimpi mereka bisa-bisa sukses dipanggil Presiden RI. Eh benar saja, tadi malam pintu istana RI terbuka untuk mereka.  Kasihan juga mereka yang berdemo itu. Coba dari minggu lalu istana mau menemui mereka, tentu mereka tidak harus tersiksa berdemo di Jakarta. Cukup tersiksa tentunya tinggal di Jakarta dengan nasib tak jelas, tidur di daerah tugu Proklamasi, makan juga tidak jelas.

Sudah dua kali saya tahu Republik Mimpi Metro TV mampu menggelitik pemerintah untuk segera bertindak. Kasus pertama adalah soal lumpur LAPINDO juga. Episode lain Republik Mimpi membahas tersiksanya korban lumpur LAPINDO di pengungsian (makan nasi yang mirip nasi aking, dll). Tidak berapa lama setelah tayang, proses pengembalian dana korban lumpur langsung dilakukan. Congrats to Republik Mimpi, kalian semua sukses menjembatani keinginan rakyat supaya didengar pemerintah. Sayang pemerintah rupanya lebih senang bergerak setelah “dipanas-panasi” seperti ini. 😀

Sinetron Indonesia Dengan Dubbing

Belakangan ini saya sering kali melihat adanya sinetron Indonesia yang menggunakan pengisi suara. Aneh kan? Yang jadi pemain artis Indonesia tapi suaranya didubbing oleh orang Indonesia dan dengan bahasa Indonesia juga. Apakah Anda pernah melihat sinetron semacam ini? Saya memang tidak pernah tertarik untuk mengikuti jalan cerita sinetron Indonesia (kecuali 1 sinetron Indonesia yang saya suka “Si Doel Anak Sekolahan”); tapi kadang ketika saya sedang melihat-lihat acara di beberapa stasiun televisi saya melihat sinetron “aneh” tadi.

Yang biasanya menayangkan sinetron berdubbing itu adalah Indosiar. Saya tidak tahu apakah ada stasiun televisi lainnya yang menayangkan sinetron seperti itu. Yang jelas beberapa kali saya melihat Indosiar yang menayangkannya.

Saya belum tahu mengapa ada sinetron Indonesia yang didubbing. Apakah suara-suara artisnya terlalu jelek sehingga butuh didubbing dengan pengisi suara yang lebih bagus suaranya? Ada yang bisa jelaskan pada saya mengapa ada sinetron Indonesia yang di-dubbing semacam itu? Jalan cerita yang menurut saya (maaf kata) bu**k, ditambah lagi suaranya didubbing sehingga antara suara dengan ekspersi muka tidak sinkron….lengkap sudah bu**knya sinetron Indonesia.

Bondan Kembali Lagi

Acara Wisata Kuliner di Trans TV ternyata kembali dibawakan oleh Bondan Winarno. Akhirnya.. Setelah beberapa waktu dibawakan oleh Mrs.N (kalau tidak salah) saya sempat menjadi sebal melihat Wisata Kuliner; padahal tadinya saya senang melihat acara yang satu ini. Bondan, yang juga moderator mailing list Jalan Sutra ini, punya “kharisma” sendiri dalam membawakan acara yang menampilkan berbagai tempat makan enak di Jakarta maupun di daerah-daerah lain di Indonesia. Pengetahuannya yang luas tentang dunia makanan membuat dia bisa menghidupkan ceritanya tentang makanan apapun.

Terkenal dengan slogannya “mak nyusss” Bondan bisa membuat orang (paling tidak saya) menjadi ingin mencicipi makanan yang dia coba dan dia beritakan di Wisata Kuliner. Mrs.N tampaknya tidak bisa menandingi kemampuan Bondan menjadi pembawa acara tersebut. Entah apa yang membuat Bondan kembali lagi jadi pembawa acara Wisata Kuliner. Mungkin pihak TransTV tahu banyak orang yang tidak cocok dengan gaya si Mrs.N dalam menyajikan acara ini sehingga Bondan akhirnya dipercaya kembali menjadi pembawa acara Wisata Kuliner.


Technorati : , ,

News Dot Com

Agak aneh melihat News Dot Com di Metro TV hari ini tanpa penampilan Effendi Gozali dan Butet Kertarajasa. Ada sesuatu yang kurang sepertinya. Tapi tetap menarik bagi saya untuk mengikuti acara yang satu ini. Sambil menonton acara ini saya menulis postingan ini.

Lucu memang kalau melihat Menkominfo kebakaran jenggot menyaksikan acara New Dot Com Republik Mimpi mendapat hati pemirsa televisi Indonesia. Kenapa lucu, karena alasannya yang mengatasnamakan pengolok-olokan figur Presiden RI dan mantan-mantan presiden Indonesia. Padahal Presiden RI sendiri melalui juru bicaranya, Andi Malarangeng, pernah tampil di Republik Mimpi dan menyampaikan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak keberatan figurnya ditirukan oleh Butet. Bahkan katanya, setiap figur yang ditirukan di acara Republik Mimpi ini (Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, dsb) tidak berkeberatan dirinya ditirukan dalam acara parodi politik ini.

Menurut saya pribadi acara News Dot Com Republik Mimpi ini sangat menarik. Di samping lucunya para aktor menirukan gaya tokoh-tokoh politik dan pejabat pemerintah Indonesia, konten yang disampaikan juga sangat mewakili apa yang terjadi di masyarakat. Bahkan menurut survey di berbagai media, acara ini banyak sekali peminatnya. Ini membuktikan masyarakat sangat mendukung dan merasa terwakili suaranya, keluhannya, aspirasinya terhadap situasi politik negri ini. Salut saya melihat acara ini sampai diliput oleh sebuah stasiun televisi Perancis (France TV).

Mungkin Menkominfo yang mau mensomasi acara News Dot Com Republik Mimpi perlu kenal istilah ABG jaman sekarang, “siapaaa ellooooo????” 😀 Dengan begitu mungkin Menkominfo akan lebih berhati-hati berbicara atas nama Presiden, toh Presiden SBY sendiri tidak keberatan ditirukan asal masih dalam batas-batas norma di masyarakat.


Technorati : , ,

Powered by Zoundry

Empat Mata-nya Tukul

Tukul dengan “Empat Mata”-nya sedang berada di puncak popularitas. Bayangkan, katanya Tukul dibayar sekitar Rp20.000.000,- per episode. Dan hebatnya lagi katanya penghasilan Tukul per tahunnya sama dengan setengah penghasilan David Beckham. Ada yang pernah menghitung, katanya per 2 menit Tukul menghasilkan Rp1.000.000,-. Luar biasa.

Sebagai seorang komedian Tukul menghebohkan Indonesia dengan banyolannya, juga dengan idiom-idiomnya. Siapa yang sekarang tidak tahu “Kembali Ke Laptop”, “Puas kamu puas?!!!”, “ndeso….”, dsb. “Kembali ke laptop” konon katanya berasal dari kelemahan Tukul sendiri.

Awal-awal acara Empat Mata di TV7 (sekarang Trans7) dulu, Tukul selalu melirik ke laptop untuk membaca pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan oleh tim kreatif acara tersebut. Dia rupanya tidak terlalu menguasai bagaimana cara menjadi host dalam sebuah acara talk show. Lama kelamaan kebiasaan dijadikan ejekan oleh penonton dan kru lainnya. Tukul dengan sangat cerdas mengubah kelemahan ini menjadi sebuah kelebihan, bahkan menjadi sebuah jargon yang terkenal di masyarakat. Dia sekarang lebih pede dengan kelemahannya itu, malah dijadikan trade mark dirinya sendiri. Tukul sekarang identik dengan “kembali ke laptop”. Dan dia sekarang tidak lirik-lirik laptop lagi, tapi dengan tenang membaca laptopnya 😀 .

Memang secara kemampuan membawakan acara, Tukul bisa dikatakan tidak sehebat Farhan, atau Ferdi Hasan, atau Tantowi Yahya. Tapi faktanya Tukul bisa membawa Empat Mata ke rating teratas. Empat Mata menjadi spesial karena Tukul. Kalau mau jujur isi acara Empat Mata memang tidak seberbobot dengan acara-acara talk show lainnya. Namun masyarakat sekarang menyukai acara talk show ini karena kekonyolan, kepolosan banyolan Tukul, dan lontaran-lontaran lelucon yang dilemparkan kru terhadap Tukul, dan satu lagi yang tidak kalah menarik…bintang tamunya yang hampir sebagian besar adalah artis wanita 🙂 .


Technorati : , ,

Powered by Zoundry