13 Alasan Menggunakan LaTeX – bagian 6

Rentetan tulisan saya tentang 13 Alasan Menggunakan LaTeX sempat lama tidak diupdate. Tulisan terakhir adalah bagian kelima dari 13 alasan tersebut. Tulisan sekarang ini akan membahas alasan keenam untuk menggunakan \LaTeX.

Alasan kelima dari 13 Alasan Menggunakan LaTeX adalah MUDAH & FLEKSIBEL DALAM MENANGANI CROSS REFERENCE.

Ketika kita menggunakan \LaTeX untuk menulis sebuah dokumen, kita dapat mengatur referensi silang (cross reference) dengan mudah. Baik referensi ke daftar pustaka, daftar gambar, daftar tabel, maupun ke bagian lain dari dokumen (halaman, bab, dst).

Penulisan daftar pustaka dalam dokumen \LaTeX mudah dilakukan. Rujukan ke daftar pustaka pun dapat dilakukan dengan lebih mudah pula. Salah satu program dalam \LaTeX yang handal untuk menangani daftar pustaka adalah BibTeX.

Dengan menggunakan BibTeX kita dapat memasukkan semua data referensi yang kita miliki tanpa harus dipusingkan dengan referensi mana yang akan kita rujuk dalam dokumen. Hanya referensi yang dirujuk dalam dokumen tersebut yang akan dicantumkan dalam daftar pustakanya. Dengan demikian kita bisa menggunakan satu file database yang sama untuk beberapa dokumen. Selain mudah dalam menghasilkan daftar pustaka dengan menggunakan dokumen \LaTeX kita lebih fleksibel dalam menghasilkan daftar isi, daftar gambar, daftar tabel.

Untuk merujuk ke bagian lain dokumen juga mudah dilakukan. Misalnya kita ingin merujuk ke sebuah bab atau sebuah halaman cukup dengan perintah saja kita bisa melakukannya. Di dunia matematika misalnya, di kala penulisan rumus sudah sedemikian banyak, merujuk ke suatu persamaan akan lebih mudah dilakukan.

Advertisements

Survey LaTeX

Mohon Bantuan Informasi

Jika Anda sedang menggunakan \LaTeX untuk keperluan kuliah, tolong beri tahu saya. Saya sedang mengumpulkan informasi tentang penggunaan \LaTeX di lingkungan pendidikan. Cakupan informasi yang saya butuhkan adalah :

  1. Apakah Anda pernah menggunakan \LaTeX untuk membuat dokumen tugas kuliah (paper, skripsi, laporan, artikel, dll)? Jika ya, apa saja yang sudah pernah Anda tulis dengan menggunakan \LaTeX?
  2. Apakah di kampus Anda ada aturan penulisan skripsi menggunakan \LaTeX?
  3. Apakah ada dosen di kampus Anda yang mengharuskan mahasiswanya menulis laporan dalam format \LaTeX?
  4. Materi tentang apa dalam tugas kuliah yang sangat cocok ditulis dengan menggunakan \LaTeX?
  5. Seberapa banyak bahan tutorial \LaTeX dalam Bahasa Indonesia yang dapat Anda peroleh?
  6. Jika Anda bukan berada di lingkungan pendidikan dan Anda pengguna \LaTeX, apa saja yang Anda tulis dengan menggunakan \LaTeX?

Silakan tinggalkan comment untuk memberi informasi.

Terima kasih untuk partisipasinya membantu saya mengumpulkan informasi.

Texmaker, LaTeX Editor

Di Window saya biasa menggunakan TeXnicCenter sebagai text editor untuk \LaTeX. Sayangnya TeXnicCenter tidak bisa dipakai di Linux (kecuali mungkin dengan menggunakan emulator). Jadi saya instal texmaker. Texmaker cukup mudah diinstal di Ubuntu ini, cukup dengan perintah :

$ sudo apt-get install texmaker

Texmaker memang memiliki tampilan yang lebih bagus dibandingkan TeXnicCenter. Tapi sejauh ini saya lebih suka menggunakan TeXnicCenter, karena selama proses kompilasi TeXnicCenter menampilkan log file secara realtime. Di Texmaker, log proses kompilasi juga dibuat tapi tidak ditampilkan secara langsung. Dari sisi tampilan, command shortcut, document template, icon Texmaker lebih unggul dibandingkan TeXniCcenter. Lihat tampilan Texmaker yang sudah saya instal :

texmaker

Instalasi TeXLive 2007 Di Ubuntu

Menyambung tulisan saya sebelumnya, TeXLive Di Linux, tadi saya mengulang instalasi \LaTeX kali ini dengan menggunakan installer TeXLive 2007. Besar file instalasinya adalah 1.8GB (bisa diburn ke dalam DVD). File ini berbentuk file *.iso. Anda bisa memperoleh file image DVD instalasinya di websitenya TeXLive. Di sana Anda bisa mengambil file image yang sudah dikompres menjadi sebesar 930MB.

Langkah-langkah instalasinya adalah seperti berikut ini :

  1. Ekstrak terlebih dulu file texlive-live.iso.zip yang sebesar 930MB untuk mendapatkan file image yang besarnya kira-kira 1,8GB.
  2. Mount file image TeXLive tersebut dengan perintah :

    $ sudo mount -o loop /home/texlive-live.iso /mnt

    Contoh di atas ditulis dengan asumsi file image TeXLive berada di direktori /home dan akan dimuat ke direktori /mnt.

  3. Masuk ke direktori tempat image tersebut dimuat dengan perintah :

    $ cd /mnt

  4. Untuk membuka program penginstal gunakan perintah :

    $ sh ./install-tl.sh

    Tampilan yang akan muncul sama seperti gambar pada tulisan saya sebelumnya; lihat di sini.

  5. Biarkan setting yang sudah ada, lalu ketik I lalu tekan Enter untuk memulai proses instalasi lengkap TeXLive ke dalam komputer. Dalam kasus saya tadi, saya mengganti direktori instalasinya ke /home/tedy. Untuk mengganti terlebih dulu direktori instalasi, ketik D lalu Enter, ketik 1 lalu Enter, masukkan alamat direktorinya.
  6. Setelah proses instalasi selesai, langkah berikutnya adalah mengatur PATH. Perintahnya adalah seperti ini :

    $ PATH=/home/tedy/texlive/2007/bin/i386-linux:$path
    $ export PATH

  7. Untuk memeriksa apakah Linux sudah menggunakan \LaTeX yang berasal dari TeXLive, gunakan perintah ini :

    $ which latex

Proses instalasi sudah selesai, TeXLive sekarang bisa dijalankan dari terminal. Tinggal memilih text editor khusus \LaTeX semacam TeXnicCenter tapi yang bisa dipakai di Linux.

Update 4 Mei 2007

Pada langkah 6 di atas, jika saya menjalankan perintah tersebut Linux hanya akan menggunakan konfigurasi tersebut pada session aktif saja. Ketika sistem restart, Linux akan kembali membaca ke konfigurasi awal (/usr/bin/latex). Jadi supaya Linux tetap menjalankan \LaTeX yang ada di /home/tedy/texlive/2007/bin/i386 maka perintah pada langkah 6 tersebut perlu dimasukan ke dalam file ~/.bashrc yang ada di dalam /home. Masukkan baris berikut ini ke dalam file ~/.bashrc :

PATH=/home/tedy/texlive/2007/bin/i386-linux:$path;
export PATH;

TeXLive Di Linux

Tadi saya mencoba menginstal \LaTeX di Ubuntu. Instalasi dilakukan dengan menggunakan CD TeXLive 2005. Sangat berbeda nuansanya menginstal \LaTeX di Windows yang tinggal klik sana sini dibandingkan dengan proses instalasi di Linux yang serba command line. Lihat tampilan ketika proses instalasi dimulai.

latexubuntu1

Jauh berbeda dengan tampilan proses instalasi \LaTeX di Windows seperti sudah pernah saya muat di sini. Cara instalasi TeXLive 2005 di Linux adalah dengan command seperti berikut ini :

  • mount -t iso9660 /dev/cdrom /mnt/cdrom
  • cd /mnt/cdrom
  • sh install-tl.sh

Ketika ketiga perintah di atas dijalankan, command-command yang akan muncul adalah seperti pada Gambar di atas. Untuk menggunakan setting defaultnya dan langsung menjalankan proses instalasi, ketik I dan ‘Enter’. Proses instalasi berlangsung, saya pun tidur…ha..ha..ha.. ­čśÇ (maklum sudah lewat jam 4 pagi ). Bangun jam 10 pagi, proses instalasi sudah selesai seperti ini tampilannya :

latexubuntu2

Tinggal mengatur profile di bash supaya bisa menggunakan \LaTeX dengan mudah (diketik latex muncul latex, diketik pdflatex muncul pdflatex…dsb).

Revisi Pada Tutorial LaTeX : Instaler LaTeX

Hari ini ada yang menanyakan kembali mengenai tulisan tutorial \LaTeX yang pernah saya buat. Pertanyaan datang mengenai masalah instaler \LaTeX. Di tulisan saya tersebut saya menuliskan contoh instaler \LaTeX yaitu MikTeX.

Ketika dulu tulisan tersebut saya buat, saya masih menggunakan MikTeX. Tapi sekarang saya sudah tidak lagi menggunakan MikTeX karena beberapa alasan. Sekarang menggunakan TeXLive 2007 untuk mengcompile dokumen. TeXLive bagi saya memiliki banyak kelebihan dibandingkan distribusi \LaTeX lainya, di antaranya adalah :

  • Memiliki instaler untuk MacOS, Linux, dan Windows
  • Dilengkapi dengan banyak sekali package.
  • Dokumentasi dan tutorial banyak disertakan dalam CD TeXLive ini.
  • Dapat dijalankan tanpa harus menginstal ke dalam harddisk. Sama seperti live cd pada beberapa distro Linux.

Saya sangat merekomendasikan penggunaan TeXLive sebagai media instalasi. Sebenarnya Anda dapat mendownload sendiri CD instaler ini di http://www.tug.org/texlive/acquire.htm. Tapi memang filenya cukup besar. Untuk internet yang kecepatannya rendah, pekerjaan download ini bisa memakan waktu lama. Apalagi TeXLive 2007 sekarang sudah berukuran 1.8 GByte, sudah tidak cukup dalam 1 CD tapi dalam bentuk DVD.

Contoh tampilan TeXLive 2003 adalah seperti berikut ini :

Contoh tampilan TeXLive 2007 adalah seperti berikut ini :

Bagi Anda yang ingin mencopy CDnya dapat menghubungi saya, nanti saya copykan untuk Anda.

Ralat Pada Tutorial LaTeX

Hari ini ada seseorang yang mengirim email kepada saya menanyakan sesuatu hal tentang \LaTeX. Pertanyaannya tentang cara memasukkan gambar dalam dokumen yang ditulis dengan \LaTeX. Katanya dia sudah mengikuti petunjuk dari artikel yang saya buat, tapi gagal. Hal tersebut memancing rasa penasaran saya untuk melihat kembali artikel yang telah saya buat. Terima kasih untuk Sdr.Rachmad Abdillah yang sudah menanyakan hal tadi sehingga saya menemukan kelemahan dalam artikel saya tersebut. Berikut ada revisi yang saya buat. Tulisan ini saya tulis juga di postingan saya terdahulu di https://tedytirta.wordpress.com/2007/02/16/tutorial-latex/

RALAT (18 April 2007):

Sedikit ralat pada artikel saya : Membuat Dokumen Dengan LaTeX.

Ralat pada halaman 22 mengenai cara menampilkan gambar dalam dokumen. Revisinya adalah sebagai berikut :

Untuk menempatkan sebuah gambar dalam dokumen \LaTeX caranya adalah sebagai berikut

\begin{figure}[!htbp]
\centering
\includegraphics[width=3cm,height=3cm]{nama file gambar}
\caption{Nama Gambar}
\label{penanda}
\end{figure}

Beberapa hal yang harus diketahui dari format perintah di atas :

  • Perintah \centering digunakan untuk mengatur posisi gambar agar berada di tengah. Agar gambar berada di sisi kiri gunakan perintah \flushleft dan untuk membuat gambar berada di sisi kanan gunakan perintah \flushright.
  • File gambar harus berada pada direktori yang sama dengan file source code *.tex dokumen Anda.
  • \label{penanda} digunakan untuk menandai letak gambar tersebut. Perintah ini akan berguna bila di bagian lain dokumen Anda ingin merujuk gambar tersebut. Untuk merujuk ke gambar tesebut gunakan perintah \ref{penanda}. Fitur rujukan ini membutuhkan paket hyperref.

13 Alasan Menggunakan LaTeX – bagian 5

Alasan kelima dari 13 Alasan Menggunakan LaTeX adalah MENGHASILKAN DOKUMEN MATEMATIS DENGAN SEMPURNA.

Word processor pun dapat menghasilkan dokumen yang berisi banyak persamaan matematika. Akan tetapi, hasil yang ditampilkan masih belum sesempurna apa yang \LaTeX hasilkan. Perhatikan contoh berikut ini, contoh berikut menampilkan sebuah rumus matematika yang ditulis dengan menggunakan \LaTeX.

math-with-latex.jpg

Rumus matematika di atas jika ditulis dengan menggunakan Microsoft Word XP dengan bantuan Microsoft Equation 3) akan menghasilkan tampilan seperti berikut ini.

2007-03-02_111943.jpg

Secara sepintas saja kita dapat melihat perbedaan hasil yang cukup jelas, rumus pertama yang ditulis dengan menggunakan \LaTeX menghasilkan tampilan yang lebih baik daripada yang ditulis dengan menggunakan word processor.

Tulisan serupa pernah saya tulis dalam posting Matematika Dalam LaTeX.

Format Skripsi Dengan LaTeX

Postingan saya beberapa hari yang lalu “Buku Pertama Yang Saya Tulis Dengan LaTeX" mendapat 1 komentar dari seorang pengunjung blog. Komentarnya meminta saya berbagi format file \LaTeX yang dapat digunakan untuk menulis buku skripsi. Menindaklanjuti komentar tersebut, baru saja saya mengedit file \LaTeX yang dulu saya gunakan menghasilkan buku laporan skripsi saya. File source code \LaTeX ini saya modifikasi supaya dapat digunakan oleh orang lain yang ingin menulis skripsinya dengan \LaTeX. Beberapa keterangan saya tambahkan supaya orang mudah memodifikasi ulang format yang saya sediakan.

Bagi Anda yang membutuhkan format source code \LaTeX untuk menulis skripsi, silakan mengambilnya┬á di sini dan di sini. Contoh format latex tersebut terpaksa saya buat dalam bentuk PDF, karena WordPress tidak bisa menerima upload file *.tex. Silakan Anda lihat kedua file PDF tersebut. Jika Anda ingin menggunakan sebagai source code \LaTeX, copy saja isi file “FILE UTAMA.pdf” ke dalam notepad lalu simpan dengan nama “FILE_UTAMA*.tex“; sementara untuk file “daftarpustaka.pdfcopy dan simpan dengan nama “daftarpustaka.bib“.

13 Alasan Menggunakan LaTeX – bagian 4

Alasan keempat dari 13 Alasan Menggunakan LaTeX adalah MULTIPLATFORM & PORTABEL.

\LaTeX tersedia untuk berbagai macam platform komputer. Ada distribusi MiKTeX untuk sistem operasi Windows, MaCTeX untuk MacOS, teTeX untuk Linux, maupun TeXLive yang menyediakan 3 jenis distribusi \LaTeX untuk Windows, Linux, dan MacOS sekaligus.

Karena \LaTeX memiliki sifat multiplatform, dokumen yang dibuat dengan menggunakan \LaTeX dapat dibuka di berbagai macam sistem operasi. Dengan demikian, proses distribusi maupun pertukaran dokumen lebih mudah dilakukan antar komputer dengan sistem operasi yang berbeda sekalipun.