Perintah Dasar Unix

unix-daemonSudah beberapa hari ini saya mencoba menulis sebuah artikel tentang perintah dasar Unix (berlaku di Linux juga sih). Saat ada waktu luang, saya menulis artikel sederhana ini. Sekadar sharing pengetahuan dasar tentang lingkungan Unix. Belajar dari pengalaman bahwa seorang yang baru mempelajari lingkungan Unix butuh banyak referensi tentang perintah-perintah yang sering digunakan. Perintah dasar misalnya cp untuk menyalin file, ls untuk melihat isi direktori, rm untuk menghapus file, dan beberapa perintah lainnya. Tulisan saya dengan judul “Perintah Dasar Unix” dapat diambil di sini.

Mungkin tulisan ini akan terus saya perbaiki dan lengkapi sehingga bisa menjadi referensi yang lebih baik lagi. Anda yang sudah Unix-expert mungkin tidak terlalu merasakan gunanya tulisan ini karena semuanya hanya berisi perintah-perintah dasar Unix. Tapi tak menutup kemungkinan Anda juga membacanya, siapa tahu Anda bisa memberi masukan, koreksi, dan tambahan informasi untuk saya 😀 .

Advertisements

Explore2fs

Hari ini saya mencoba sebuah software : explore2fs. Bila kita menggunakan dua sistem operasi (Linux dan Windows) dalam sebuah komputer, kita dapat menggunakan Explore2fs untuk mengakses file-file Linux dari Windows. Saya sudah sering menggunakan dua sistem operasi dalam 1 komputer. Di Linux, jika saya ingin mengakses file-file yang ada di dalam Windows saya tinggal mount partisi Windows ke dalam sebuah direktori. Nah hari ini saya mencoba sebaliknya, mengakses file-file Linux saat saya menggunakan Windows. Setelah mencari sebentar di Google, saya menemukan link ini. Lihat screenshot berikut ini :

explore2fs

Gambar di atas adalah contoh tampilan Explore2fs yang saya gunakan. Programnya sederhana, begitu dijalankan dia langsung mengenali partisi Linux yang ada di komputer saya. Cara mengoperasikannya mudah sekali, tanpa perlu menginsal terlebih dulu ke dalam Windows.

Mencoba Ringannya Puppy Linux

Sore ini saya mencoba menggunakan Puppy Linux. Distro Linux yang hanya berukuran 90 Megabyte ini memiliki program-program yang cukup lengkap. Di dalam Puppy Linux, sudah ada Abiword wordprocessor, Seamonkey web browser & mail client, Gnumeric spreadsheet, Gxine media player (saya bisa langsung memutar MP3), dan beberapa program utilitas lain seperti text editor, wvdial (untuk dial-up internet), CD burner, remote desktop, Gparted (untuk mengatur partisi harddisk). Cukup lengkap bagi sebuah komputer untuk pemakaian standar (mengetik, menghitung, membuat tabel, memutar video dan lagu, apalagi sekadar untuk mengakses internet).

Lihat gambar screenshot Puppy Linux berikut ini :

puppylinux

Tanpa harus menginstal ke dalam harddisk saya sudah bisa menjalankan Puppy Linux dari CD-ROM. Sebelumnya saya mencoba membakar file image Puppy Linux ini ke dalam sebuah CD-RW. Kemudian saya mencobanya di laptop, booting dari CD, Puppy bisa berjalan dengan lancar. Mungkin karena ukurannya yang kecil, program ini tidak terasa berat walaupun dijalankan di laptop tua yang hanya berprosesor Pentium III 597 MHz dengan memori 128 MB. Semua program ditampung di dalam memori sehingga saya bisa mengeluarkan CDnya ketika Puppy Linux sedang berjalan.

Menurut saya Puppy Linux sangat tepat digunakan oleh orang yang menginginkan sebuah sistem operasi grafis yang bisa berjalan pada sebuah PC “tua”. Memang tampilan grafis Puppy Linux kalah jauh dibandingkan dengan distro-distro Linux yang pernah saya coba seperti Mandrakelinux, Ubuntu, Redhat, Fedora, dll. Walau demikian, Puppy Linux dapat diandalkan untuk menghidupkan sebuah PC “tua”. Saya sendiri penasaran seberapa ringan Puppy Linux berjalan di PC yang lebih tua daripada PC yang tadi saya pakai untuk mencoba. Tertarik mencoba Puppy Linux? Silakan download file image-nya di sini.

DHCP Client Di Unix

Kita dapat mengatur sebuah network interface supaya memiliki alamat IP dinamis. Hal ini bisa dilakukan bila dalam network tersedia sebuah DHCP server. DHCP server akan mengalokasikan IP pada masing-masing host yang ada di dalam networknya. Ketika sebuah PC diset untuk menggunakan DHCP, setiap kali PC menyala menyala dia akan mencari DHCP server. DHCP kemudian akan memberikan IP kepada PC tersebut. Dalamhal ini PC tersebut disebut sebagai DHCP client.

Untuk mengatur sebuah PC (dengan sistem operasi Unix) supaya menggunakan servis DHCP perintah yang dapat kita gunakan adalah :

# ifconfig hme0 dhcp start

Pada perintah di atas, misalnya Ethernet0 akan diset supaya memiliki IP dinamis. Nama interface tergantung sistem operasinya, ada yang memberi nama Ethernet dengan nama eth0 (di Linux), ada juga yang menggunakan hme0 (di Solaris).

Untuk melihat apakah PC sudah bisa mendapatkan sebuah alamat IP dari DHCP server, kita dapat menggunakan perintah :

# ifconfig hme0 dhcp status
Interface State Sent Recv Declined Flags
hme0 BOUND 1 1 0 [PRIMARY]

Jika status sudah menunjukkan BOUND artinya client sudah bisa memperoleh IP dari DHCP server.

Mandrake Linux & Flock

Tadi malam saya menginstal Mandrakelinux 10.1 di laptop kantor saya, Fujitsu Lifebook C Series. Sudah lama tidak menggunakan Mandrake, apalagi setelah keasyikan dengan Ubuntu. Mengapa saya tidak menginstal Ubuntu ke dalam laptop ini? Jawabannya karena laptop ini belum dilengkapi dengan DVD-ROM 😦 Jadi saya pikir akan menyebalkan jika sudah menggunakan Ubuntu tanpa bisa menginstal dari DVD repositorynya. Makanya saya memilih memasang Mandrakelinux ke dalam laptop ini. Lihat screenshot dari laptop ini :

mandrake

Lihat saya menggunakan Flock sebagai web browser. Mandrakelinux 10.1 ini sebenarnya sudah dilengkapi dengan Mozilla dan Epiphany tapi keduanya menurut saya terlalu “tua”. Maksudnya, saya yang sudah terbiasa dengan Mozilla Firefox 2.0 merasa tidak betah menggunakan kedua browser itu. Kebetulan saya punya installer Flock, jadi saya pasangkan saja ke dalam Mandrake ini. Cukup mudah langkah untuk menginstal Flock. Tetap saja ada yang kurang, flash player. Jadi download dulu file install_flash_player_9_linux.tar.gz dari sini.

  1. Ekstrak dulu file yang baru selesai diambil tadi dengan perintah berikut :

    # gzip -d install_flash_player_9_linux.tar.gz
    # tar -xvf install_flash_player_9_linux.tar

  2. Masuk ke dalam direktori hasil ekstrasi lalu copy file libflashplayer.so dengan perintah berikut :

    # cp /home/tedy/install_flash_player_9_linux/libflashplayer.so /usr/lib/mozilla/plugins

  3. Restart Flocknya supaya mengenali flash player yang baru diinstal tadi.

NTP Client Di Linux

Hari ini saya diminta oleh atasan saya untuk mengkonfigurasi perangkat SCS (serial console switch Secure Console Server). Sebenarnya saya hanya disuruh menambahkan servis sinkronisasi waktu (time synchronization) dengan NTP (network time protocol) server.

SCS tersebut menggunakan sistem operasi Red Hat Linux. Ada beberapa tahap untuk mengaktifkan servis ini, kira-kira seperti ini :

  1. Edit file /etc/ntp.conf, tambahkan baris berikut di bagian akhir file ntp.conf:
    server <ip_ntp_server>
  2. Edit juga file /etc/ntp/step-tickers dengan menambahkan baris :
    <ip_ntp_server>
  3. Jalankan servis ntpd dengan perintah berikut :
    # service ntpd start
  4. Supaya servis ini otomatis berjalan ketika mesin baru dinyalakan, maka perintah yang harus dijalankan adalah :
    # chkconfig ntpd on

Karena SCS hanya menggunakan mode teks, semua tahap editing teks saya lakukan dengan menggunakan vi.

Oh ya dari tadi saya belum menjelaskan apa itu SCS. SCS adalah perangkat switch yang menyediakan akses ke port serial (serial port) dari beberapa perangkat sekaligus. Gampangnya begini = Misalnya kita punya 10 server yang harus dikonfigurasi. Server bisa dikonfigurasi melalui port serialnya. Proses konfigurasi misalnya kita lakukan dengan menggunakan laptop yang dihubungkan dengan server lewat port serial. Nah daripada repot memindah-mindahkan kabel serial dari satu server ke server yang lain, hubungkan saja semua server yang akan dikonfigurasi ke SCS. Lalu akses SCS tadi dari laptop, jadi proses konfigurasi dari 1 server ke server lainnya cukup dilakukan dengan command saja tidak perlu memindahkan konektor serialnya 😀 Gampangnya seperti itu. Maaf penjelasannya terlalu sederhana (kalau tidak mau dikatakan bodoh..he..he..he..)

Lalu mengenai NTP saya juga belum jelaskan. Singkatnya NTP adalah sebuah protokol yang memungkinkan sebuah server menjadi acuan waktu bagi semua komputer yang terhubung dengannya. Semua komputer yang terhubung dengan server dan melakukan sinkronisasi waktu disebut sebagai NTP Client. Proses komunikasi antara server dan client untuk sinkronisasi dilakukan dalam bentuk komunikasi data – packet switching.

Waduh ngantuk berat, jadi gak konsen nulisnya…nanti sajalah saya edit lagi postingan ini. Ada beberapa hal yang harusnya saya jelaskan lebih lanjut, seperti misalnya apa itu SCS, apa fungsinya, apa itu NTP dll (Update : sudah saya lengkapi tulisannya tuh 😀 ).

Ganti Gaim Dengan Pidgin

Baru saja saya menginstal Pidgin ke dalam Ubuntu. Pidgin ini adalah penerus dari Gaim Internet Messenger. Lihat perubahan logo Gaim ke logo Pidgin berikut :

gaim

Menjadi seperti ini :

Pidgin Logo

Langkah-langkah untuk menginstal Pidgin adalah seperti ini (dapat dari sini) :

  1. Download dulu paket instalasi Pidgin di sini (7.5MB).
  2. Setelah selesai mendownload paket instalasinya (pidgin_2.0.0-1~getdeb1_i386.deb), saya kemudian menginstal paket dengan perintah :
    $ sudo dpkg -i pidgin_2.0.0-1-getdeb1_i386.deb
  3. Apabila muncul peringatan ketergantungan dengan paket lain, gunakan perintah berikut untuk mengatasinya :
    $ sudo apt-get install -f

Setelah langkah-langkah di atas Pidgin sudah bisa dipakai untuk menggantikan Gaim sebagai internet messenger.

Selesai menginstal saya langsung pakai Pidgin, tapi kok rasanya aneh ya. Sepertinya lebih enak pakai Gaim daripada pakai Pidgin, salah satunya karena saya lebih suka tampilannya Gaim daripada Pidgin. Belum tahu juga sih apa saja keunggulan Gaim dibandingkan Pidgin.

Keluarga Ubuntu

Perkenalkan 4 anggota keluarga Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn) :

Keluarga Ubuntu

Iseng memotret gambar 4 CD koleksi saya dari keluarga Ubuntu. Kemarin sore saya mendapat kiriman 3 CD Ubuntu (2 versi PC 32bit dan 1 versi PC 64bit). Nah CD Edubuntu dan Kubuntu saya peroleh dari rekan saya di kantor (thanks Mas Ramdan udah bagi-bagi CD 🙂 ). Dia rupanya ikut juga meminta CD gratis dari internet.

Semuanya bagus untuk dikoleksi 😀 .

XP Di Dalam Ubuntu

Kalau dulu saya selalu menggunakan Linux bersama Windows XP (double boot), malam ini saya mencoba sesuatu yang baru. Malam ini saya mencoba menginstal Windows XP di dalam Ubuntu Linux dengan menggunakan VMWare.

Langkah awalnya saya perlu menginstal VMWare dulu ke dalam Ubuntu. Dengan bantuan Synaptic Package Manager, proses instalasinya berjalan mudah. Cukup search paket vmware lalu instal semua paket yang berkaitan dengan VMWare.

Setelah itu langkah-langkah menggunakan VMWare untuk menginstal sistem operasi lain adalah seperti ini (panduannya dapat dari sini):

  1. Buat direktori baru sebagai tempat untuk VMWare. Misalnya direktori yang saya buat bernama “vmware”, contoh perintahnya seperti ini :
    $ sudo mkdir /home/tedy/vmware
  2. Buat sebuah virtual harddisk yang akan digunakan untuk sistem komputer virtual ini. Untuk membuat virtual harddisk, program yang dipakai adalah Qemu. Lagi-lagi mudah sekali menginstal Qemu dengan bantuan Synaptic. Contoh perintah untuk membuat sebuah virtual harddisk sebesar 3 GB adalah :
    $ cd /home/tedy/vmware
    $ qemu-img create -f vmdk hd.vmdk 3G
  3. Buat file dengan nama vmware.vmx (simpan dalam direktori yang tadi sudah dibuat) yang isinya adalah seperti ini :
  4. config.version = "8"
    virtualHW.version = "3"
    guestOS = "windows"
    memsize = "256"
    MemAllowAutoScaleDown = "FALSE"
    MemTrimRate = "-1"
    uuid.action = "create"
    hints.hideAll = "TRUE"
    tools.syncTime = "TRUE"
    usb.present = "TRUE"
    usb.generic.autoconnect = "TRUE"
    sound.present = "TRUE"
    sound.virtualdev = "es1371"
    isolation.tools.hgfs.disable = "FALSE"
    isolation.tools.dnd.disable = "TRUE"
    isolation.tools.copy.enable = "TRUE"
    isolation.tools.paste.enabled = "TRUE"
    ethernet0.present = "TRUE"
    ethernet0.virtualDev = "vlance"
    ethernet0.connectionType = "nat"
    ethernet0.addressType = "generated"
    ethernet0.generatedAddress = "00:0c:29:3f:11:47"
    ethernet0.generatedAddressOffset = "0"
    floppy0.present = "TRUE"
    floppy0.startConnected = "FALSE"
    floppy0.autodetect = "TRUE"
    ide1:0.present = "TRUE"
    ide1:0.deviceType = "cdrom-raw"
    ide1:0.startConnected = "TRUE"
    ide1:0.fileName = "auto-detect"
    displayName = "windowsxp"
    ide1:0.autodetect = "TRUE"
    ide0:0.present = "TRUE"
    ide0:0.fileName = "hd.vmdk"
    ide0:0.mode = "persistent"
    ide0:0.startConnected = "TRUE"
    ide0:0.writeThrough = "TRUE"
    ide0:0.redo = ""
    uuid.location = "56 4d 18 da 6e 0d ea f2-57 d3 6d 13 3e 3f 11 47"
    uuid.bios = "56 4d 18 da 6e 0d ea f2-57 d3 6d 13 3e 3f 11 47"
    checkpoint.vmState = ""

  5. Masukkan CD instalasi Windows XP ke dalam CD-ROM, jalankan VMWare Player lalu buka file vm.vmx tersebut. Masuk ke dalam boot menu dengan menekan tombol Esc. Kemudian pilih CD-ROM sebagai media boot pertama.
  6. Proses instalasi akan berjalan seperti biasa ketika kita menginstal di PC.

Lihat gambar berikut ini, Windows XP di dalam Ubuntu Linux…he..he..he.. 😀

Gambar XP di Dalam Ubuntu

Untuk masuk ke dalam komputer virtual ini saya menekan tombol Ctrl+G. Untuk kembali menggunakan sistem operasi “beneran” (dalam komputer saya adalah Ubuntu) tombol yang ditekan adalah Ctrl+Alt. Konfigurasi network untuk Windows XP sudah otomatis terpasang mengikuti konfigurasi network yang dimiliki Ubuntu.

Belajar Lagi Perintah Dasar Unix

Hari ini kegiatan saya di kantor adalah belajar perintah Unix. He..he..ha..banyak santainya sih daripada belajarnya. Dari kuliah saya sudah seringkali bermain-main dengan Linux. Oleh karenanya, perintah-perintah dasar Unix bukan sesuatu yang asing lagi buat saya. Ya namanya juga karyawan baru, nurut saja apa kata bos 😀 .

Baru seminggu saya bergabung di Fujitsu sebagai Unix engineer, dengan spesifikasi server yang menjalankan Solaris sebagai operating system-nya. Ketika pertama kali masuk kerja awal minggu lalu, saya diberi 2 buku tentang Solaris OS tentang perintah dasar dan system administration Solaris. Ya sementara kerjaan saya belajar itu dulu sambil coba-coba menginstal Solaris di server.

Memang sih tidak semua perintah Unix saya hafal di luar kepala. Tapi mengingat sesuatu yang pernah saya tahu jauh lebih mudah daripada mempelajari sesuatu yang sama sekali baru. Dengan basic pemahaman perintah di lingkungan Linux, saya merasa dimudahkan untuk belajar kembali perintah di lingkungan Sun Solaris yang katanya lebih “Unix” daripada Linux 😀 .

Salah satu perintah yang saya pelajari adalah perintah tar. Berikut reviewnya :

  1. Untuk membuat sebuah archive file (gabungan dari beberapa file dalam sebuah file) di sistem operasi Unix, kita dapat menggunakan perintah :
    $ tar -cf file_hasil.tar file_sumber1 file_sumber2
  2. Untuk melihat isi file *.tar yang kita buat, perintah yang digunakan adalah :
    $ tar -tf file_hasil.tar
  3. Untuk mengekstrak semua file yang dalam file *.tar tersebut perintahnya :
    $ tar -xvf
    file_hasil.tar