Firasat Oh Firasat

Sudah 2 hari sejak meninggalnya Taufik Savalas,  beragam siaran di televisi tak henti-hentinya menayangkan berita tentang Taufik Savalas. Animo masyarakat tentang berita seputar Taufik rupanya cukup tinggi. Di dunia blog juga demikian. Banyak sekali yang mencari berita tentang Taufik melalui search engine. Tulisan saya tentang meninggalnya Taufik juga sempat mencapai trafik tinggi. Di televisi beragam acara menayangkan berita tentang Taufik Savalas. Ada yang menyiarkan lagi kronologis kecelakaan yang merenggut nyawa Taufik, ada yang meliput ungkapan duka cita sahabat-sahabat Taufik, ada yang menayangkan lagi tingkah polah Taufik semasa hidup. Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah tayangan-tayangan yang membahas firasat-firasat yang dialami oleh para saudara dan teman-teman Taufik.

Berbagai pihak punya cerita sendiri-sendiri tentang firasat yang mereka alami. Seorang kuncen makam keramat di dekat rumah Taufik katanya ingat bertemu Taufik beberapa hari sebelum kejadian dan bercerita bahwa Taufik akan mencuci kelambu makam. Ulfa Dwiyanti katanya sudah beberapa hari sebelum Taufik meninggal, entah mengapa selalu mengenakan pakaian hitam. Guru agama Taufik heran mengapa sebelum meninggal Taufik jadi lebih rajin ibadah dan memberinya titipan uang lebih banyak daripada biasanya. Kakak Taufik katanya sejak mendengar seorang peramal mengatakan akan ada selebritis yang meninggal karena kecelakaan, menjadi selalu deg-degan setiap kali adiknya itu bepergian keluar kota.

Tentu Anda sendiri pernah mendengar kan ungkapan-ungkapan semacam itu? Semuanya tak lebih dari situasi yang “dipas-pasin” (dicari kecocokannya dengan keadaan sekarang), tak ubahnya seperti yang namanya ramalan. Saya sendiri tidak percaya dengan yang namanya firasat. Untuk apa ada firasat, toh semuanya itu tidak bisa mengubah keadaan. Kalau memang Tuhan berkehendak apa sih yang bisa manusia lakukan. Saya rasa semua firasat yang dirasakan oleh kerabat dan sahabat-sahabat Taufik itu tak lebih dari sekadar ungkapan jiwa yang sedang dirundung duka (atau mungkin sekadar ajang cari sensasi di televisi). Firasat atau ramalan hanya terbukti benar kalau sudah kejadian. So what? Apa donk fungsinya? Tidak ada kan?

Jadi saya lebih percaya bahwa firasat-firasat yang sering muncul di seputar meninggalnya seseorang, adalah tak lebih dari ungkapan kesedihan belaka. Nah entah kalau yang berfirasat adalah orang yang tidak terlalu akrab…cari sensasi? Hanya Tuhan yang tahu.

3 thoughts on “Firasat Oh Firasat

  1. ehm…tp gw prcya firasat brow…
    N doa gw sih,smga loe dpat firasat sblum loe wafat…
    Mw cri snsasi atw apa,itu ursan mreka.firasat2 mreka…kirain tulisan loe ni isinya bgus,nyesel gw bca.maaf yah,kesanya loe g prnah ngrsain khlangan org yg U syang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s