Komuter Di Seputaran Jakarta

Hampir setiap hari ribuan orang keluar masuk bekerja di Jakarta. Mereka berasal dari kota-kota di sekitar Jakarta, seperti Tangerang, Bogor, Bekasi, Depok, Serpong, dsb. Ada yang mengendarai sepeda motor, mobil, dan banyak sekali yang menggunakan jasa transportasi umum (mulai dari bus, busway, KRL, dll). Saya selalu heran sekaligus kagum melihat orang-orang yang tinggal jauh dari Jakarta. Tiap hari mereka bolak-balik dari rumah ke Jakarta untuk bekerja. Istilah bagi orang-orang seperti mereka adalah komuter. Banyak juga teman saya yang berasal dari seputaran Jakarta. Mereka tiap hari menghabiskan cukup banyak waktu (sekitar 2 – 4 jam) di jalan. Mereka tiap hari harus bangun lebih pagi kalau tidak mau terlambat ke kantor. Apalagi kemacetan Jakarta yang tidak bisa dihindari membuat waktu perjalanan menuju tempat kerja menjadi lebih lama.

jakartamacet

Bayangkan saja, teman saya yang tinggal di Serpong harus sudah berangkat dari rumahnya pukul setengah 6 pagi. Dia baru sampai di kantor pukul 8 kurang. Waktu selama itu akibat kemacetan harian kota Jakarta. Belum lagi kalau terjadi kemacetan yang tidak biasanya di beberapa titik jalan di ibukota. Hal yang sama berulang ketika dia pulang kantor. Pulang dari kantor pukul 6 sore dan baru sampai di rumah paling cepat pukul 8 malam. Ada juga cerita dari teman saya yang lain, dia tiap hari pergi pulang ke rumahnya di Karawang. Dia menghabiskan rata-rata 2 jam sekali jalan dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Tiap hari dia menikmati macetnya pintu tol Pondok Gede Timur, salah satu pintu masuk dari kawasan timur Jakarta.

Salut bagi rekan-rekan pekerja di Jakarta yang tiap hari harus menghabiskan banyak waktu di jalan. Belum terbayang bagi saya menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan. Sebenarnya saya membuat tulisan ini karena kejadian tadi malam. Malam tadi bersama rekan-rekan kantor kami lembur di kantor salah satu klien. Baru meninggalkan kantor klien pukul 24.00. Kami diantar pulang satu per satu oleh sopir mobil kantor.

Yang membuat jadi spesial adalah kami semua harus sudah berada kembali di kantor klien tersebut pukul 8 pagi ini. Dua orang teman saya rumahnya jauh dari Jakarta, Bekasi dan Cibubur. Mereka harus menempuh perjalanan 1.5 jam sampai ke rumah. Pagi harinya mereka pun harus bangun lebih awal supaya bisa kembali lagi ke kantor tepat waktu. Jadi dihitung-hitung mereka hanya punya waktu istirahat sekitar 3 jam. Saya sedikit lebih beruntung. Karena tempat tinggal saya di dalam kota Jakarta, waktu perjalanan hanya sekitar 40 menit. Otomatis waktu istirahat saya sedikit lebih banyak dibandingkan kedua teman saya itu. Tapi tetap saja berangkat kerja dengan ngantuk 😦 .

Ya kurang lebih begitu lah sekelumit cerita tentang orang-orang yang tiap hari pulang pergi bekerja di Jakarta.

Gambar diambil dari http://didats.net/page/334/jakarta-ulang-tahun-ke-479/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s