Minyak Goreng Langka

Harga minyak goreng belakangan ini melonjak di pasaran. Harga per kilo biasanya sekitar Rp6000,- sekarang berada di kisaran harga Rp9000,- Sudah hampir sebulan sepertinya berita tentang minyak goreng banyak ditayangkan di televisi. Entah apa yang bisa pemerintah lakukan untuk meredam fenomena naiknya harga minyak goreng ini.

Kultur masyarakat Indonesia dalam hal masakan sangat bergantung pada minyak goreng. Makanan banyak yang dimasak dengan menggoreng dan juga dengan menggoreng. Proses memasak ini tentu saja membutuhkan minyak goreng. Tidak aneh jika kelangkaan (baca : naiknya harga) minyak goreng membuat resah masyarakat, khususnya masyarakat yang daya belinya rendah.

Saudara saya yang tinggal di China pernah bercerita pada saya tentang gaya memasak masyarakat di sana ketika China masih ketat pemerintahan komunisnya. Di sana katanya minyak goreng benar-benar dijatah oleh pemerintah (tidak hanya minyak goreng yang dijatah, pokoknya segala-galanya diurus dan diatur pemerintah). Tiap keluarga hanya diperbolehkan memperoleh minyak goreng dalam jumlah terbatas. Tidak tiap hari mereka bisa makan masakan yang digoreng. Itu dulu loh waktu China masih di bawah pemerintahan yang ketat komunisnya (mungkin sih sekarang sudah tidak lagi). Mereka lebih sering memasak dengan cara merebus, makanan berkuah juga jadi alternatif selain makanan yang butuh minyak goreng dalam proses memasaknya. Makanan yang digoreng bisa dianggap sebagai makanan yang spesial, karena disajikan sesekali saja dalam sebulan.

Kultur di masyarakat kita yang senang makanan yang digoreng (saya juga sih😀 ) mungkin harus sedikit diubah. Daripada pusing dengan harga minyak goreng yang tinggi, mengapa tidak mengubah pola memasak? Lain ceritanya kalau yang kalang kabut karena langkanya minyak goreng adalah pedagang makanan yang dibuat dengan cara digoreng. Mungkin perlu dibiasakan memasak makanan dengan cara lain, seperti misalnya dengan membakar, memanggang, merebus, atau memodifikasi proses menumis dengan menggunakan margarin. Sate misalnya, tidak perlu minyak goreng kan ketika dibuat?

Ah saya juga sebenarnya bukan jago masak. Saya pun masih doyan makanan yang digoreng (ayam goreng, nasi goreng, dll😀 ) Sekadar pemikiran saja (mode sok tahu lagi..ha..ha..ha.). Ya saya cuma bisa turut prihatin lah dengan mahalnya harga minyak goreng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s