Belajar Berhitung

Masih ingatkah Anda kapan pertama kali belajar berhitung? Tambah, kurang, kali, bagi? Tiba-tiba saya jadi ingin menulis mengenai hal ini😀 Ini cerita pengalaman saya dulu ketika belajar matematika dasar, perkalian dan pembagian.

Kelas 2 SD saya dipaksa belajar perkalian dan pembagian oleh orang tua saya. Awalnya gara-gara nilai mencongak saya nol😀 . Anda tahu istilah “mencongak“? Saya juga bingung dari mana istilah tersebut berasal. Mencongak itu gampangnya seperti ini : guru membacakan soal hitungan dan siswa langsung menghitung lalu menuliskan hasil hitungannya di kertas. Mirip dengan mendiktekan soal dan menuliskan hasil hitungannya. Saya masih ingat persis waktu kelas 2 SD, guru saya Ibu Margaretha sering memberikan soal matematika dengan cara “mencongak”. Tiap murid memiliki buku saku kecil yang dipakai untuk menuliskan hasil hitungan. Ketika mulai materi perkalian, saya dapat 0..he..he..he..Karena buku kecil itu harus ditandatangani orang tua, mau tidak mau orang tua saya tahu. Akibatnya, saya dimarahi karena dapat 0.

Mulai saat itu saya tiap malam dipaksa belajar berhitung khususnya perkalian dan pembagian. Saat itu kemampuan penambahan dan pengurangan saya sudah cukup baik. Dulu saya menghafalkan perkalian dan pembagian dari 1 sampai 10. Jadi mulai menghafal 1×1, 1×2,……, sampai 10×10; lalu dilanjutkan dengan pembagian mulai dari 1:1, 2:2, dst sampai 10:10. Membosankan, tiap malam saya menghafal dari selembar kertas tabel yang berisi perkalian dasar dari 1 sampai 10😦 . Belajar dengan pengawasan penuh orang tua saya (niat banget mereka menunggui dan mengawasi saya menghafal😀 )

Blessing in disguise dulu saya merasa bosan dan sebal disuruh menghafal seperti itu, tapi toh ternyata berguna sekali bagi saya. Sampai SMA Matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan buat saya. Mengapa menyenangkan? Karena tidak perlu belajar lagi saat mau ulangan/ujian (sekali bisa ya seterusnya bisa); tidak seperti mata pelajaran lain yang banyak materi hafalannya.

4 thoughts on “Belajar Berhitung

  1. Ted, pas kuliah aku baru sadar. Ternyata Matematika tidak sama dengan Menghitung lho! Jadi aku melihat ada kesalahan dalam proses pendidikan pengajaran Matematika dari SD-SMA. Nah lho, gimana menurut mu?

  2. kalo boleh kasi pendapat, matematika bertentangan dengan menghafal, matematika lebih cocok dengan logika, bukan begitu…? jadi, lebih baik dari kecil diajarkan logikanya, misal, kenapa 1 + 1 = 2, dll, sepertinya ini lebih efektif..🙂

  3. Kalau berhitung mah kasih kalkulator aja Ted. Nah Matematika itu yang tidak bisa dilakukan kalkulator. Aljabar itu persamaan matematika bukan? Aritmatika yang mana lagi?

    Eh sudah coba pecahin teka-teki Diofantus belum. Coba intip di myscienceblogs.com, lalu cari saja dengan kata kunci Diofantus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s