Lembur Di Hari Minggu

Hari Minggu ini saya malah masuk kerja alias lembur. Proyek instalasi server di Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di Sunter Jakarta Utara. Sampai di kantor jam 8 pagi dan baru tiba di rumah kembali jam setengah 7 malam. Lelah sekali rasanya. Lelah fisik dan pikiran (diomeli bos saya – orang Jepang). Ngomel gak jelas. Parahnya bahasa Inggris bos saya. Berhubung saya sendiri tidak bisa berbahasa Jepang, komunikasi satu-satunya saya dengan bos adalah dengan bahasa Inggris. Tapi berhubung bos saya buruk Inggrisnya, kadang rancu juga pembicaraannya.

Saya tidak habis pikir mengapa orang pintar dari Jepang buruk sekali kemampuan bahasa Inggrisnya. Saya juga masih bodoh dalam bahasa Inggris tapi paling tidak saya mampu mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris dengan jelas (meskipun kadang salah eja). Sarjana di sana tidak mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara lancar. Bandingkan dengan di sini. Paling tidak seburuk-buruknya kemampuan berbahasa Inggris lulusan Indonesia, masih bisa lah speaking English.

Orang Jepang rupanya sulit sekali berkata-kata dalam bahasa Inggris. Entah mereka diajari bahasa Inggris apa tidak waktu sekolah dulu di Jepang. Atau karena begitu besar nasionalisme mereka sehingga mereka tidak mau belajar bahasa asing selain bahasa nasional mereka sendiri. Saya bisa mengatakan demikian karena bukan sekali saja saya mendengar tentang parahnya orang Jepang berbahasa Inggris. Teman saya pun bercerita bahwa orang Jepang sendiri pun mengakui bahwa mereka rata-rata sulit berbahasa Inggris.

Kesimpulan saya sampai saat ini : separah-parahnya orang Indonesia berbahasa Inggris, masih lebih baik daripada orang Jepang berbahasa Inggris. Orang di Indonesia yang pernah belajar bahasa Inggris, masih bisa dipahami kata apa yang diucapkannya (paling salah eja). Orang Indonesia biasanya hanya lemah dalam penguasaan vocabulary (kosa kata) Inggris. Orang Indonesia yang paham banyak kosa kata saya jamin bisa berkomunikasi dengan orang asing yang berbahasa Inggris,walaupun dengan struktur kalimat yang kacau. Cukup dengan kata-kata penting saja pun, orang asing bisa menangkap maksud pembicaraan. Bila orang Indonesia mendengar orang Australia berbicara misalnya, kadang kendalanya hanya masalah listening. Jika si bule berbicara pelan-pelan mungkin masih bisa ditangkap kata-katanya. Sampai sini paham kan maksud saya?

Hari ini saya banyak mendengar kata-kata bahasa Inggris yang diucapkan dengan logat Jepang dan pronounciation yang aneh sekali (gak ada mirip-miripnya dengan bahasa Inggris). Mengucapkan “LAN” (local area network) terdengar “trang“, “connection” terdengar “konesiong“, “saturday” terdengar “sasdei“. Pusing jadinya. Jadi karyawan paling mentok cuma bisa…sabar.😦

(Panjang ya tulisannya, panjang dan kacau tulisan saya kali ini. Berhubung lelah, lapar, kesal…mau cerita lembur malah curhat dan membahas tentang bahasa..he..he..he..😀 )

3 thoughts on “Lembur Di Hari Minggu

  1. hehehe… bahasa inggris bukan punya kita tetapi untuk kita kuasai untuk menguasai bangsa lain…. bukan untuk menjatuhkan bangsa sendiri tul gak??

  2. @ arul : dengan bahasa Inggris kita paling tidak mampu tahu dan kalau bisa menyerap apa saja kemajuan yang sudah bangsa-bangsa berbahasa Inggris buat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s