TNI AL vs. Warga Pasuruan

Kemarin terjadi sebuah insiden penembakan saat terjadi bentrok antara TNI AL dengan warga Pasuruan, Jawa Timur. Empat orang tewas terkena peluru tajam aparat. Dikabarkan bentrok terjadi karena warga berusaha mempertahankan lahan yang ditempatinya. Lahan tersebut adalah milik TNI AL sejak tahun 1960an.

Dari dulu lahan tersebut tidak diurus oleh TNI AL, sebelumnya lahan tersebut direncanakan akan dijadikan pusat pelatihan tentara angkatan laut. Rencana pembangunan di lahan tersebut batal salah satunya karena timbulnya pemberontakan G30S PKI. Kekosongan lahan tersebut membuat banyak orang menempati lahan tersebut dan menjadi warga tetap di sana. Puluhan tahun berlalu jumlah penghuni lahan semakin banyak.

Di saat TNI AL akan mengambil lahan tersebut sekarang, warga protes. Warga protes karena merasa tanah tersebut adalah hak mereka karena sudah didiami berpuluh tahun. Bentrok kemarin diawali dari aksi pemblokiran jalan lintas propinsi yang melewati area lahan sengketa tersebut. Tidak jelas mengapa sampai terjadi penembakan. Ada yang mengatakan hal tersebut diawali karena aksi warga yang berdemo dengan membawa senjata tajam.

Naas bagi 4 orang yang terkena peluru dan tewas, belum lagi beberapa warga lain yang terserempet peluru. Yang paling membuat saya merinding adalah seorang ibu hamil yang tewas dan balita berumur 4 tahun yang sekarang kritis akibat peluru yang mampir di dada kirinya. Mengerikan sekaligus menyedihkan. Panglima TNI sendiri mengatakan insiden tersebut akibat pelur yang memantul. Tapi tidak sedikit pula saksi yang mengatakan bahwa penembakan tersebut memang disengaja, disengaja mengarah ke beberapa orang dalam kerumunan massa.

Sengketa lahan sepertinya menjadi topik baru yang menghangat di bumi Indonesia. Di Jakarta, warga Meruya Selatan juga sedang menghadapi PT PortaNigra yang hendak mengambil alih lahan yang diklaim sebagai miliknya. Aneh, kalau memang lahan-lahan yang dipersengketakan jelas pemiliknya mengapa warga yang mendiami juga bisa punya sertifikat tanah? Siapa yang salah? Lembaga yang mengeluarkan sertifikat tanah kah?

2 thoughts on “TNI AL vs. Warga Pasuruan

  1. NKRI HARGA MATI…!!!
    ga usah rebutan siapa yg mau ambil saja… semua punya TUHAN dan akan kembali lagi ke TUHAN….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s