Mengapa Mengantuk Setelah Makan

Salah satu kebiasan “buruk” saya adalah mengantuk setelah makan. Kebiasaan ini juga kadang membuat saya kesal …Lapar susah konsentrasi, eh setelah makan malah hilang konsentrasinya..ha..ha..ha..😀

Sampai saat ini saya belum punya jawaban yang pasti mengapa orang kebanyakan juga mengantuk setelah makan, apalagi kalau makan kenyang sekali. Penjelasan yang paling masuk akal yang saya tahu sampai saat ini adalah mengantuk setelah makan berkaitan dengan proses respirasi tubuh manusia. Tau kan apa itu respirasi? Gampangnya respirasi adalah proses pernafasan.

Ketika seseorang sedang makan, banyak otot tubuh yang melakukan relaksasi. Tidak mungkin Anda bisa makan ketika baru berhenti lari keliling lapangan bola. Ketika Anda ngos-ngosan setelah lari, pasti secara otomatis otak akan memerintahkan tubuh untuk tenang terlebih dulu sebelum makan. Kalau tidak percaya coba saja Anda lari keliling lapangan bola sampai ngos-ngosan. Lalu ketika berhenti lari langsung makan nasi. Saya jamin Anda akan kesulitan makan. Pasti ada jeda waktu untuk Anda menarik nafas, menengangkan degup jantung yang kencang. Hal tersebut sama dengan mengapa Anda tidak bisa menikmati makan atau malah tidak terlalu berselera makan ketika Anda cemas dan deg-degan.

Nah selama Anda makan, otak akan mengontrol seluruh aktivitas tubuh supaya berada dalam keadaan tenang, jantung berdenyut teratur dengan ritme pelan, nafas menjadi lebih teratur dan halus. Ketika aktivitas makan selesai, tubuh masih dalam keadaan yang sama, denyut jantung teratur, tubuh berelaksasi, nafas teratur halus. Akibatnya suplai oksigen ke otak menjadi berkurang. Gak percaya? Buktikan ketika Anda selesai makan dan menguap. Menguap adalah salah satu mekanisme tubuh yang mencari pasokan oksigen tambahan, karena otak menganggap suplai oksigen dari nafas hidung saja tidak cukup.

Nah itulah mengapa kita cenderung mengantuk setelah makan. Singkatnya karena tubuh berada dalam keadaan rileks (tidak mungkin kan setelah makan Anda jingkrak-jingkrak – kecuali mau sakit perut😀 ). Tubuh yang rileks menyebabkan mekanisme respirasi/nafas menjadi lebih rendah daripada ketika manusia beraktivitas. Nafas yang lebih rendah/halus menyebabkan otak kekurangan oksigen. Otak yang kekurangan asupan oksigen memicu kantuk untuk datang menyerang …🙂 .

Mungkin ini ada hubungannya mengapa orang-orang tua suka menganjurkan anak-anaknya untuk berjalan-jalan ringan setelah makan. Kalau dihubungkan dengan pembahasan di atas, dengan jalan-jalan ringan tubuh akan kembali beraktivitas dan meningkatkan kembali ritme respirasi tubuh. Sayangnya saya malas jalan setelah makan, mau tidak mau tubuh saya tambah gendut…ha..ha..ha..karena kebiasaan tidur setelah makan😀 .