Bimbang Migrasi 100% Ke Linux

Hari ini saya mulai menimbang-nimbang apakah saya lebih baik migrasi total ke Ubuntu daripada bertahan dual boot dengan Windows XP seperti sekarang.

Dari tahun 2002 saya sudah mengenal dunia Linux. Dulu pertama mengenal Linux dengan belajar Mandrake 9. Pernah juga sebentar mencoba Red Hat 9, PC Linux, Slynux…ya yang gampang-gampang lah instalasinya..ha..ha..ha..namanya juga baru belajar. Selama itu saya selalu mencoba-coba dengan sistem dual boot bersama Windows XP.

Kendala yang dulu saya hadapi macam-macam. Ketika bermain dengan Mandrake 9 dan Red Hat 9, soundcard saya tidak ada drivernya dalam CD instalasinya; maklum baru kenal Linux, jadi tidak mencari tahu lebih jauh😀 . Lalu ketika pakai Ubuntu 5.10 merasa tidak nyaman karena tidak bisa memutar MP3; harus instal XMMS dan lain-lain. Dulu saya cuma punya CD instalasinya saja tanpa punya repositorynya (eh Ubuntu 5.10 ada tidak ya DVD reponya?🙂 )

Paling lama saya menggunakan Mandrake 10.1. Tapi tidak tahan beralih ke Linux karena saya masih membutuhkan Windows XP untuk masalah konektivitas dengan kabel data ponsel DKU-5. Dulu saya berinternet melalui ponsel CDMA (baca ini). Susah sekali mencari driver untuk menghubungkan kabel data DKU-5 dengan Linux. Jadi pada saat itu alasan utama saya tidak beralih total ke Linux adalah susahnya mengakses internet.

Sekarang setelah saya menggunakan ADSL untuk berinternet, masalah tersebut sudah tidak ada lagi. Karena teknologi ADSL menggunakan kabel UTP untuk menghubungkan PC dengan modem. Selama ethernet card bisa terinstal sudah tidak ada lagi masalah.

Setengah bulan terakhir ini saya kembali bernostalgia dengan Linux. Awalnya karena iseng ingin merefresh kemampuan saya mengoperasikan command Unix. Berawal dengan iseng dengan Ubuntu 5.10 (baca ini). Lalu ketika blogwalking (baca-baca banyak blog orang) banyak yang bercerita tentang Ubuntu 7.04 Feisty Fawn. Akhirnya sekarang malah keasyikan dengan Feisty Fawn (baca juga ini).

Sebenarnya semua kebutuhan saya sudah tercukupi dengan Ubuntu ini, misalnya :

  1. Berinternet di Ubuntu sudah bisa (lihat ini),
  2. Menjalankan TeXLive untuk menggunakan \LaTeX sudah bisa (baca ini),
  3. Fitur-fitur Ubuntu tambah menarik (misalnya baca ini),
  4. Linux jelas-jelas lebih aman (baca ini),
  5. Perintah-perintah Linux makin saya pahami,
  6. Segala jenis format video dan audio sudah bisa dibuka dari Ubuntu (baca ini dan ini),
  7. Semua format dokumen kantor (*.doc;*.xls;*.ppt;*.pdf) bisa dibuka dengan Open Office dan Adobe Reader,

Yang saya takutkan barangkali masih butuh program yang hanya bisa jalan di Windows dan belum ada program tandingannya di Linux…program apa ya yang masih saya butuhkan di Windows?😕 Saya pun bukan gamers yang butuh Windows karena hampir semua game berjalan di Windows. Game-game kecil di Ubuntu sudah cukup bagi saya untuk iseng.

Bimbang; eksodus tidak ya? Apa lagi ya yang perlu saya pertimbangkan sebelum eksodus total ke Ubuntu meninggalkan Windows XP? Masih bimbang.

3 thoughts on “Bimbang Migrasi 100% Ke Linux

  1. Pingback: Sayonara Windows XP « Blognya Tedy Tirtawidjaja

  2. saya sudah coba migrasi ke linux suse, red hat dan madrake tapi tidak berhasil….apa ada masalah dengan spek hardware saya ya mas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s