Main Sebentar Dengan Ubuntu

Malam ini tadinya saya mau mencoba instal Linux IGOS Nusantara. Tapi gagal, space kosong di harddisk kurang (double boot dengan Windows) saya sisakan 2 GByte untuk Linux. Aneh juga memang IGOS, fitur customize package-nya error. Saya jadi susah untuk memilih package apa saja yang perlu dan tidak perlu diinstal. Harusnya dengan fitur customize package, saya bisa mengurangi package yang tidak perlu. Biasanya Linux untuk pemakaian standar 2 GByte itu sudah cukup. Setelah 4 kali gagal instal, instal saja Ubuntu😀 . Sukses juga dengan space cuma 2 GByte ini.

Dulu sebenarnya saya pernah pakai Ubuntu, cuma sebentar. Awalnya karena susah saat mau mendengar lagu dengan format MP3😀 . Sebenarnya bukan susah, belum ngerti saja..he..he..he…yang jelas defaultnya Ubuntu tidak menyertakan codec untuk MP3 player. Tidak seperti Mandrake yang sering saya pakai sudah menyertakan MP3 player (amarok, dkk). Sekarang Linux sudah dipasang, hal yang bisa dilakukan cuma internet, ya buka blog saja. Ini screenshot blog saya.

ubuntu1

Tadi browsingnya dengan Firefox, lalu capture gambarnya dengan fitur Take Screenshot yang ada di sistemnya Ubuntu, lalu diperkecil ukuran file gambarnya dengan Gimp.

Ada cerita sedikit tentang CD Ubuntu yang saya punya. Tahun 2005 lalu saya iseng daftar di websitenya Ubuntu untuk mendapat CD gratis. Satu bulan menunggu, datang juga CDnya. Waktu itu saya dapat 10 CD. Ketika paket datang, saya harus membayar Rp7500,- ongkos pos dari Belanda. Sudah saya bagi-bagi ke teman-teman sisa 1 untuk saya. Satu album (tempat CDnya dari kertas) isinya 2 CD; satu CD instaler dan satu live CD (yang bisa dipakai tanpa harus instal ke dalam harddisk). Hebat ya proyek Ubuntu ini, bagi-bagi CD gratis ke seluruh dunia. Sayang masih susah dan belum umum bagi banyak orang di Indonesia. Susah kan orang awam belajar langsung Linux. Rata-rata orang di Indonesia begitu “melek” komputer kenalnya Windows, saya juga begitu soalnya..ha..ha..ha..kenal Linux setelah di kampus.

2 thoughts on “Main Sebentar Dengan Ubuntu

  1. Sampeyan ini bagaimana to? Distro Linux paling mudah di dunia ini adalah ubuntu ( dan keluarga debian ). Bukan fanatik atau apa, cuma fitur apt-get adalah sebuah keajaiban yang memulihkan kembali harapan saya dalam mempelajari Linux. Dulu saya sempat pakai Mandriva 2007 ( metamorfosisnya mandrake ), tetapi hanya bertahan sebentar, karena nggak bisa pakai urpmi. Memang sih, amarok-nya Mandriva bisa langsung lancar muter mp3, tampilan desktop-nya pun oke, tapi setelah saya kenal dan mesra dengan apt-get, seolah-olah linux hanya ubuntu saja, nggak yang lain. Salam Linux!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s