Sekilas Frame Relay

Di posting saya berjudul Penasaran Dengan Zoundry saya menulis :

Lebih jauh tentang , mudah-mudahan dapat saya ceritakan di postingan-postingan saya selanjutnya.

Baru ingat hari ini kalau sudah lama saya tidak pernah merealisasikan tulisan tentang frame relay. Sekadar share tulisan ini akan membahas frame relay sekilas saja (sadar diri kalau pemahaman saya tentang frame relay pun hanya sekilas..ha..ha..ha..😀 ).

Frame relay (FR) adalah salah satu protokol WAN (wide area network) berkecepatan tinggi. FR berada di layer 2 dalam sistem 7 layer OSI. Oleh karena itu perangkat FR dapat disebut sebagai switch. Sifat dari FR adalah connection oriented (jalur koneksi dibangun terlebih dahulu sebelum lalu lintas pertukaran data dilakukan). Yang dikirimkan dalam FR network adalah frame, karena sekali lagi FR beroperasi di layer data link.

Perangkat-perangkat FR membentuk sebuah network yang akan berfungsi sebagai backbone dari aplikasi-aplikasi telekomunikasi lainnya. Tidak hanya komunikasi data yang bisa dilewatkan dalam FR network; voice, video, bahkan IP pun dapat dilewatkan melalui FR network. Berikut adalah gambar contoh sederhana sebuah FR network.

FR network

Sumber gambar : "Data Networks, IP and the Internet Protocols, Design and Operation" karangan Martin P. Clark

Hubungan antara FR switch disebut sebagai trunk. Trunk yang dibangun dapat menggunakan kabel fiber optic, E1, maupun V35. Dengan menggunakan kabel fiber optic, trunk yang dibuat dapat memiliki kapasitas minimal 155 Mbps (dengan menggunakan tipe STM-1). Biasanya yang memiliki FR network adalah provider telekomunikasi, di Indonesia misalnya PT.Telkom, PT.Lintas Arta. Provider ini akan menjual jasa kepada perusahaan-perusahaan yang ingin memiliki jalur komunikasi yang sifatnya private (misalnya bank).

Router yang dimiliki pelanggan layanan FR disebut sebagai DTE (Data Terminating Equipment) atau CPE (Customer Premises Equipement). FR switch itu sendiri disebut sebagai DCE (Data Communication Equipment)

Hubungan antara perangkat pelanggan dengan FR network disebut sebagai FRUNI (FR User to Network Interface). Sementara hubungan antara FR network atau antara FR switch disebut sebagai FRNNI (FR Network to Network Interface).

Tiap koneksi yang terbentuk dari user yang satu dengan user yang lain diberi penomoran. Aturan penomorannya dikenal sebagai DLCI (Data Link Connection Identifier). Tiap koneksi memiliki DLCI yang unik. DLCI yang satu dipetakan hanya dengan DLCI yang lain.

Misalnya kantor pusat sebuah bank di kota A ingin memiliki koneksi dengan kantor cabangnya di kota B. Maka bank di kota A memiliki DLCI “x” dan berkomunikasi dengan DLCI “y” yang dimiliki kota B. Ketika bank yang ada di kota A tersebut ingin membuat koneksi lain dengan cabang di kota C, maka bank di kota A tersebut akan dibuatkan DLCI lain khusus untuk berkomunikasi dengan kantor cabangnya di kota C. Semua DLCI yang dimiliki bank A dapat dipastikan berada dalam FRUNI yang sama.

Nah yang disebut sebagai PVC (lihat gambar di atas) adalah koneksi yang terbentuk dari satu tempat pelanggan ke pelanggan lain. Dalam contoh di atas misalnya koneksi dari bank di kota A dengan bank di kota B. PVC (permanent virtual circuit) adalah koneksi virtual antara satu pelanggan ke pelanggan lainnya melalui FR network. Jadi seolah-olah antara pelanggan A dengan B ditarik kabel/koneksi sendiri. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah memanfaatkan FR network yang sudah ada (share resources). Lihat ilustrasi berikut ini :

dlci

Bingung mau bicara apalagi😀 . Mungkin nanti lagi saya akan tambahi cerita lain dari frame relay ini.

4 thoughts on “Sekilas Frame Relay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s