Memilih Anti Virus

Tadi malam saya sempat ditanyai teman saya mengenai anti virus. Teman saya bertanya sebaiknya anti virus apa yang bagus dipakai di komputernya. Permasalahan anti virus memang menjadi bahasan yang penting terutama bagi orang yang komputernya terhubung ke internet terus-menerus. Saya pribadi sudah pernah mencoba berbagai macam anti virus, di antaranya Norton Anti Virus, AVG Anti Virus, Mc Afee Anti Virus, Avast Anti Virus. Sekarang saya menggunakan Avast di komputer saya.

Menurut saya pribadi bagus tidaknya sebuah anti virus sangat ditentukan oleh seberapa sering database virusnya diupdate. Agak menyulitkan bagi orang yang tidak memiliki akses internet sendiri di rumahnya. Bagi yang memiliki akses internet di rumah tentu ini tidak terlalu menjadi masalah. Apalagi dengan menggunakan fitur automatic update yang dimiliki beberapa jenis anti virus, pekerjaan mengupdate anti virus dapat dengan mudah dilakukan. Kita tidak perlu repot-repot mengupdate atau memeriksa apakah ada update terbaru yang dirilis perusahan pembuat anti virusnya.

Berikut pengalaman saya menggunakan beberapa jenis anti virus seperti sudah saya sebutkan di atas :

  1. Norton Anti Virus. Norton memiliki proteksi yang ketat. Oleh karenanya, tidak heran jika ketika program anti virus ini dijalankan cukup membuat performa komputer menurun, membuat kerja komputer menjadi lebih berat. Komputer saya Pentium IV 2,66 GHz dengan memori 512 MB menjadi terasa sedikit lambat ketika menjalankan Norton Anti Virus. Kelemahan lain berdasarkan pengalaman saya adalah updatenya yang terlalu sering dan cukup besar ukuran file updatenya.
  2. AVG Anti Virus. AVG adalah salah satu jenis anti virus yang gratis. Saya pernah menggunakan AVG sebagai proteksi namun tidak lama.
  3. Mc Afee Anti Virus. Dari tahun 2005 saya sudah menggunakan Mc Afee. Dulu komputer saya belum terkoneksi dengan internet terus menerus. Ketika sekarang memiliki akses internet terus menerus, beberapa kali trojan masuk. Akibatnya komputer saya sering mengalami overload memory, kerja CPU naik terus menerus.
  4. Avast Anti Virus. Avast juga tersedia versi gratisnya di internet, Anda bisa mengambilnya di sini. Pengalaman terakhir saya mengganti anti virus menjadi Avast karena sering ada trojan yang tembus dari scanner Mc Afee. Fitur automatic updatenya mempermudah saya dalam merawat anti virus ini. Sampai saat ini saya belum menemui kekurangan anti virus ini. Mungkin nanti kalau ada kendala saya akan ceritakan lagi.

Tiap orang punya kepercayaan masing-masing terhadap anti virus. Jadi silakan Anda tentukan mana yang terbaik bagi Anda. Pesan saya adalah rajin-rajinlah mengupdate anti virus Anda apapun mereknya.

12 thoughts on “Memilih Anti Virus

  1. Tapi sekarang McAfee punya versi terbaru lho… Tapi nyoba avast ah… Apa enak punya lebih dari satu Anti Virus?

  2. @ adistianto : ya sekali instal satu aja. Yang tadi saya ceritakan kan pengalaman saya mencoba berbagai jenis anti virus. Kalau mau pakai ya satu saja cukup.

  3. Hai.. Bole minta tolong ga? Kemaren tmn sy bw flash disk ke komp i. Trus masalahx skrg wkt klik kanan di drive C, huruf open & explore bruba jd simbol2. Sy lgsg scan pake Norman (windowsku Xp sp2, ga ada internetku) & dah clean file infeksi tp masi tetap begitu,jd coba pake Avira,tp tetap sama,malah Avira ga ndetect virus yg Norman dapat (sblm clean pake norman sy coba Avira dulu). Tolongin, apa yg terjadi ma komp i? Gimana solusinya? Thanks alot b4. (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s