SBY-JK Terima Korban LAPINDO

Sejak minggu lalu (Rabu kalau tidak salah) korban lumpur LAPINDO beramai-ramai datang ke Jakarta. Niatnya satu, menemui Presiden RI. Alangkah kecewanya mereka, niat mereka datang menyampaikan aspirasi ke Pak SBY tidak kunjung kesampaian. SBY tidak menemui mereka.

Pagi ini saya melihat berita di Trans7, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menemui perwakilan korban LAPINDO di Istana. Tak mau kalah Jusuf Kalla selaku wakil presiden juga melakukan hal yang sama. Syukurlah masih ada kesempatan bagi SBY dan JK untuk “tebar pesona’… eh salah untuk mendengar aspirasi rakyat kecil.

SBY menjanjikan pemerintah akan menjamin bahwa para korban lumpur tidak akan dirugikan dalam proses pengembalian dana ganti rugi lumpur LAPINDO. Perwakilan para korban pun menyetujui ganti rugi dari LAPINDO dilakukan dalam 2x pembayaran. Pembayaran pertama 20% dan sisanya 80% akan dilakukan dalam 12 bulan ke depan.

Mungkin juga karena hari Minggu kemarin (22/4), korban lumpur LAPINDO diterima oleh Presiden Republik Mimpi “SBY” (Si Butet Jogja) di acara Republik Mimpi yang ditayangkan oleh Metro TV. Ketika menonton Republik Mimpi episode tersebut saya sempat berpikir, wah gara-gara diundang oleh Republik Mimpi mereka bisa-bisa sukses dipanggil Presiden RI. Eh benar saja, tadi malam pintu istana RI terbuka untuk mereka.  Kasihan juga mereka yang berdemo itu. Coba dari minggu lalu istana mau menemui mereka, tentu mereka tidak harus tersiksa berdemo di Jakarta. Cukup tersiksa tentunya tinggal di Jakarta dengan nasib tak jelas, tidur di daerah tugu Proklamasi, makan juga tidak jelas.

Sudah dua kali saya tahu Republik Mimpi Metro TV mampu menggelitik pemerintah untuk segera bertindak. Kasus pertama adalah soal lumpur LAPINDO juga. Episode lain Republik Mimpi membahas tersiksanya korban lumpur LAPINDO di pengungsian (makan nasi yang mirip nasi aking, dll). Tidak berapa lama setelah tayang, proses pengembalian dana korban lumpur langsung dilakukan. Congrats to Republik Mimpi, kalian semua sukses menjembatani keinginan rakyat supaya didengar pemerintah. Sayang pemerintah rupanya lebih senang bergerak setelah “dipanas-panasi” seperti ini.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s