STPDN jadi IPDN ; IPDN jadi …

Malang benar nasih Cliff Muntu, siswa IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negri) Jatinangor ini harus wafat di usia muda. Cliff diduga mengalami tindak kekerasan dari beberapa orang seniornya di sekolah tersebut. Jauh-jauh dari Manado Sulawesi Utara untuk mendapat pendidikan tinggi, eh pulang tinggal jasad saja. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan kedua orang tuanya menghadapi kenyataan anaknya sudah tiada. Harapan yang mereka taruh di pundak Cliff mungkin habis lenyap.

Kejadian ini mengingatkan saya pada beberapa tahun lalu, ketika ada juga tindak kekerasan di IPDN (dulu masih bernama STPDN/Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri). Sekolah yang terletak di Jalan Raya Jatinangor itu ternyata memiliki cerita yang menyedihkan. Betapa tidak menyedihkan, para mahasiswa yang harusnya memiliki jiwa akademis, logika berpikir yang positif malah melakukan tindakan yang melanggar hukum. Meniru gaya militer dalam pendidikannya membuat senioritas menjadi hal yang utama dalam hubungan antar mahasiswanya. Senior “menekan” adik kelasnya sudah hal yang lumrah dalam lingkungan dengan konsep demikian. Cerita-cerita miring mengenai penyiksaan senior kepada junior kerap terdengar ketika kejadian seperti yang menimpa Cliff terjadi.

Tragisnya lagi, sekolah tinggi yang diharapkan mampu menghasilkan calon pemimpin pemerintahan (kalau tidak salah katanya lulusan IPDN akan jadi Camat) malah memiliki lingkungan pendidikan yang terbiasa dengan kekerasan. Tindak kekerasan sampai pengeroyokan (bahkan pembunuhan) sungguh tidak mencerminkan insan pendidikan. Dulu setelah kasus pembunuhan terjadi STPDN diganti namanya menjadi STPDN. Entah akan diganti menjadi apalagi nama IPDN setelah Cliff meninggal. Apa yang salah dengan sistem pendidikan di sekolah ini.

7 thoughts on “STPDN jadi IPDN ; IPDN jadi …

  1. Mengerikan memang membaca kesaksian-kesaksian praja yang pernah mendapat kekerasan di sana. Di Detik.com dikabarkan 1 praja dari Manado kabur pulang ke daerahnya karena takut dianiaya lagi. IPDN=Neraka?? Hanya Tuhan yang tahu.

  2. Pingback: Sikap SBY Pada IPDN « Blognya Tedy Tirtawidjaja

  3. Yah, capek deh. Kayaknya dibubarin aja tuh IPDN. Udah ngabisin anggaran, kontraproduktif lagi. Eksistensi IPDN kan tidak sesuai dengan UU Sisdiknas Tahun 2003. Kecuali TNI dan POLRI, departemen tidak boleh menyelenggarakan pendidikan. Aliasnya, IPDN harus di bawah naungan Depdiknas. Sayang PP-nya belum keluar. Biar menghemat anggaran negara (maklum, negara kita kan miskin Coy), IPDN mustinya dibubarkan dan dibuat “sasana tinju” atau apa sajalah yang produktifsaja. Lumayan tuh, jelas menghasilkan income bagi negara. Daripada diterusin, kan cuma jadi sasana tinju yang dibiayai negara dan tidak menghasilkan income. Rugi dong. Pesan saya: Bagi Anda yang berotak encer, jangan mau kuliah di IPDN. KArena so pasti intelektualitas Ente gak akan berkembang. Bagi Anda yang sok jagoan dan berintelejensi pas-pasan , silakan masuk IPDN. So pasti bakat Anda tesalu di sana.

  4. janagan bubarkan IPDN donk!!!coz sejak dulu saya ingin masuk tuch akademi!!!klo jadi dibubarkan,>pupus dech harapanku tuk jadi seorang pamong negeri…>!yang ku inginkan “HIDUPKAN IPDN TANPA KEKERASAN”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s