Resign Experience

Delapan bulan saya bekerja di ASTEL, hari ini saya resmi berhenti dari kantor saya sekarang. Ke kantor hari ini, saya mengurus semua urusan administrasi berkaitan dengan pengunduran diri saya; mengisi banyak form, menerima gaji terakhir, bertemu HRD. Ini merupakan pengalaman pertama saya mengundurkan diri dari pekerjaan.

Cukup banyak pengalaman yang saya peroleh di pekerjaan pertama saya ini. Saya dulu masuk kerja sebagai fresh graduate bulan September 2006. Diterima kerja sebagai network engineer untuk perangkat frame relay (sempat juga menjadi engineer untuk remote access server) . Pergi ke banyak tempat adalah salah satu pengalaman yang cukup berharga yang saya dapat di kantor ini (termasuk pengalaman pertama naik pesawat terbang..ha..ha..ha…). Selama kerja di kantor ini saya pergi ke Rangkasbitung, Garut, Sukabumi, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Solo, Pekanbaru, Banjarmasin, Denpasar. Semua kesempatan pergi tadi adalah ke kantor Telkom, pekerjaan instalasi perangkat, maintenance perangkat adalah agenda rutin ketika pergi-pergi ke daerah. Belum lagi pengalaman bekerja di kantor Telkom Multimedia di Gatot Subroto Jakarta. Semuanya akan menjadi bagian dari perjalanan hidup saya…(dalem ya bahasanya..ha..ha..ha.. 😀 ) Minimal sekarang saya tidak lagi bergelar fresh graduate, meskipun pengalaman mungkin belum seberapa.

Semoga saya bisa meninggalkan kesan yang baik di mata semua rekan-rekan kantor saya. Terima kasih juga sudah menjadi rekan yang menyenangkan selama ini.

Cerita dari kantor baru nanti menyusul… 😀

Bagi-Bagi Ubuntu

Ubuntu Linux rupanya masih memiliki program bagi-bagi CD gratis. Anda bisa ikut juga meminta CD gratis Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn) ini di website https://shipit.ubuntu.com

shipitubuntu

Tadi malam saya ikut lagi program ini, lumayan kalau sampai dapat CD gratis 😀 . Kalau dulu pertama kali ada program ini, Ubuntu memberi kebebasan pesertanya untuk meminta CD dalam jumlah banyak (dulu bisa minta sampai 20 CD) sekarang tidak demikian. Pemberian CD gratis sekarang dibatasi jumlahnya, (paket 3 CD Ubuntu – bisa tiga CD untuk PC 32 bit, atau 2 CD 32 bit plus 1 CD 64 bit). Hal ini rupanya dilakukan karena semakin banyak orang yang meminta CD gratis ini.

Main Sebentar Dengan Ubuntu

Malam ini tadinya saya mau mencoba instal Linux IGOS Nusantara. Tapi gagal, space kosong di harddisk kurang (double boot dengan Windows) saya sisakan 2 GByte untuk Linux. Aneh juga memang IGOS, fitur customize package-nya error. Saya jadi susah untuk memilih package apa saja yang perlu dan tidak perlu diinstal. Harusnya dengan fitur customize package, saya bisa mengurangi package yang tidak perlu. Biasanya Linux untuk pemakaian standar 2 GByte itu sudah cukup. Setelah 4 kali gagal instal, instal saja Ubuntu 😀 . Sukses juga dengan space cuma 2 GByte ini.

Dulu sebenarnya saya pernah pakai Ubuntu, cuma sebentar. Awalnya karena susah saat mau mendengar lagu dengan format MP3 😀 . Sebenarnya bukan susah, belum ngerti saja..he..he..he…yang jelas defaultnya Ubuntu tidak menyertakan codec untuk MP3 player. Tidak seperti Mandrake yang sering saya pakai sudah menyertakan MP3 player (amarok, dkk). Sekarang Linux sudah dipasang, hal yang bisa dilakukan cuma internet, ya buka blog saja. Ini screenshot blog saya.

ubuntu1

Tadi browsingnya dengan Firefox, lalu capture gambarnya dengan fitur Take Screenshot yang ada di sistemnya Ubuntu, lalu diperkecil ukuran file gambarnya dengan Gimp.

Ada cerita sedikit tentang CD Ubuntu yang saya punya. Tahun 2005 lalu saya iseng daftar di websitenya Ubuntu untuk mendapat CD gratis. Satu bulan menunggu, datang juga CDnya. Waktu itu saya dapat 10 CD. Ketika paket datang, saya harus membayar Rp7500,- ongkos pos dari Belanda. Sudah saya bagi-bagi ke teman-teman sisa 1 untuk saya. Satu album (tempat CDnya dari kertas) isinya 2 CD; satu CD instaler dan satu live CD (yang bisa dipakai tanpa harus instal ke dalam harddisk). Hebat ya proyek Ubuntu ini, bagi-bagi CD gratis ke seluruh dunia. Sayang masih susah dan belum umum bagi banyak orang di Indonesia. Susah kan orang awam belajar langsung Linux. Rata-rata orang di Indonesia begitu “melek” komputer kenalnya Windows, saya juga begitu soalnya..ha..ha..ha..kenal Linux setelah di kampus.

WordPress Error

Siang ini kembali saya susah mengakses WordPress. Blog bisa ditampilkan hanya saja susah untuk masuk ke dalam dashboard. Tapi tidak lama kemudian, saya malah tidak bisa membuka blog saya sama sekali. Tampilan yang muncul seperti ini :

wp-error

Menyebalkan, di saat ingin menulis malah susah masuk blog. Goshdarnit apa ya artinya?

Sekilas Frame Relay

Di posting saya berjudul Penasaran Dengan Zoundry saya menulis :

Lebih jauh tentang , mudah-mudahan dapat saya ceritakan di postingan-postingan saya selanjutnya.

Baru ingat hari ini kalau sudah lama saya tidak pernah merealisasikan tulisan tentang frame relay. Sekadar share tulisan ini akan membahas frame relay sekilas saja (sadar diri kalau pemahaman saya tentang frame relay pun hanya sekilas..ha..ha..ha.. 😀 ).

Frame relay (FR) adalah salah satu protokol WAN (wide area network) berkecepatan tinggi. FR berada di layer 2 dalam sistem 7 layer OSI. Oleh karena itu perangkat FR dapat disebut sebagai switch. Sifat dari FR adalah connection oriented (jalur koneksi dibangun terlebih dahulu sebelum lalu lintas pertukaran data dilakukan). Yang dikirimkan dalam FR network adalah frame, karena sekali lagi FR beroperasi di layer data link.

Perangkat-perangkat FR membentuk sebuah network yang akan berfungsi sebagai backbone dari aplikasi-aplikasi telekomunikasi lainnya. Tidak hanya komunikasi data yang bisa dilewatkan dalam FR network; voice, video, bahkan IP pun dapat dilewatkan melalui FR network. Berikut adalah gambar contoh sederhana sebuah FR network.

FR network

Sumber gambar : "Data Networks, IP and the Internet Protocols, Design and Operation" karangan Martin P. Clark

Hubungan antara FR switch disebut sebagai trunk. Trunk yang dibangun dapat menggunakan kabel fiber optic, E1, maupun V35. Dengan menggunakan kabel fiber optic, trunk yang dibuat dapat memiliki kapasitas minimal 155 Mbps (dengan menggunakan tipe STM-1). Biasanya yang memiliki FR network adalah provider telekomunikasi, di Indonesia misalnya PT.Telkom, PT.Lintas Arta. Provider ini akan menjual jasa kepada perusahaan-perusahaan yang ingin memiliki jalur komunikasi yang sifatnya private (misalnya bank).

Router yang dimiliki pelanggan layanan FR disebut sebagai DTE (Data Terminating Equipment) atau CPE (Customer Premises Equipement). FR switch itu sendiri disebut sebagai DCE (Data Communication Equipment)

Hubungan antara perangkat pelanggan dengan FR network disebut sebagai FRUNI (FR User to Network Interface). Sementara hubungan antara FR network atau antara FR switch disebut sebagai FRNNI (FR Network to Network Interface).

Tiap koneksi yang terbentuk dari user yang satu dengan user yang lain diberi penomoran. Aturan penomorannya dikenal sebagai DLCI (Data Link Connection Identifier). Tiap koneksi memiliki DLCI yang unik. DLCI yang satu dipetakan hanya dengan DLCI yang lain.

Misalnya kantor pusat sebuah bank di kota A ingin memiliki koneksi dengan kantor cabangnya di kota B. Maka bank di kota A memiliki DLCI “x” dan berkomunikasi dengan DLCI “y” yang dimiliki kota B. Ketika bank yang ada di kota A tersebut ingin membuat koneksi lain dengan cabang di kota C, maka bank di kota A tersebut akan dibuatkan DLCI lain khusus untuk berkomunikasi dengan kantor cabangnya di kota C. Semua DLCI yang dimiliki bank A dapat dipastikan berada dalam FRUNI yang sama.

Nah yang disebut sebagai PVC (lihat gambar di atas) adalah koneksi yang terbentuk dari satu tempat pelanggan ke pelanggan lain. Dalam contoh di atas misalnya koneksi dari bank di kota A dengan bank di kota B. PVC (permanent virtual circuit) adalah koneksi virtual antara satu pelanggan ke pelanggan lainnya melalui FR network. Jadi seolah-olah antara pelanggan A dengan B ditarik kabel/koneksi sendiri. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah memanfaatkan FR network yang sudah ada (share resources). Lihat ilustrasi berikut ini :

dlci

Bingung mau bicara apalagi 😀 . Mungkin nanti lagi saya akan tambahi cerita lain dari frame relay ini.

Memilih Anti Virus

Tadi malam saya sempat ditanyai teman saya mengenai anti virus. Teman saya bertanya sebaiknya anti virus apa yang bagus dipakai di komputernya. Permasalahan anti virus memang menjadi bahasan yang penting terutama bagi orang yang komputernya terhubung ke internet terus-menerus. Saya pribadi sudah pernah mencoba berbagai macam anti virus, di antaranya Norton Anti Virus, AVG Anti Virus, Mc Afee Anti Virus, Avast Anti Virus. Sekarang saya menggunakan Avast di komputer saya.

Menurut saya pribadi bagus tidaknya sebuah anti virus sangat ditentukan oleh seberapa sering database virusnya diupdate. Agak menyulitkan bagi orang yang tidak memiliki akses internet sendiri di rumahnya. Bagi yang memiliki akses internet di rumah tentu ini tidak terlalu menjadi masalah. Apalagi dengan menggunakan fitur automatic update yang dimiliki beberapa jenis anti virus, pekerjaan mengupdate anti virus dapat dengan mudah dilakukan. Kita tidak perlu repot-repot mengupdate atau memeriksa apakah ada update terbaru yang dirilis perusahan pembuat anti virusnya.

Berikut pengalaman saya menggunakan beberapa jenis anti virus seperti sudah saya sebutkan di atas :

  1. Norton Anti Virus. Norton memiliki proteksi yang ketat. Oleh karenanya, tidak heran jika ketika program anti virus ini dijalankan cukup membuat performa komputer menurun, membuat kerja komputer menjadi lebih berat. Komputer saya Pentium IV 2,66 GHz dengan memori 512 MB menjadi terasa sedikit lambat ketika menjalankan Norton Anti Virus. Kelemahan lain berdasarkan pengalaman saya adalah updatenya yang terlalu sering dan cukup besar ukuran file updatenya.
  2. AVG Anti Virus. AVG adalah salah satu jenis anti virus yang gratis. Saya pernah menggunakan AVG sebagai proteksi namun tidak lama.
  3. Mc Afee Anti Virus. Dari tahun 2005 saya sudah menggunakan Mc Afee. Dulu komputer saya belum terkoneksi dengan internet terus menerus. Ketika sekarang memiliki akses internet terus menerus, beberapa kali trojan masuk. Akibatnya komputer saya sering mengalami overload memory, kerja CPU naik terus menerus.
  4. Avast Anti Virus. Avast juga tersedia versi gratisnya di internet, Anda bisa mengambilnya di sini. Pengalaman terakhir saya mengganti anti virus menjadi Avast karena sering ada trojan yang tembus dari scanner Mc Afee. Fitur automatic updatenya mempermudah saya dalam merawat anti virus ini. Sampai saat ini saya belum menemui kekurangan anti virus ini. Mungkin nanti kalau ada kendala saya akan ceritakan lagi.

Tiap orang punya kepercayaan masing-masing terhadap anti virus. Jadi silakan Anda tentukan mana yang terbaik bagi Anda. Pesan saya adalah rajin-rajinlah mengupdate anti virus Anda apapun mereknya.

Albumnya Gita Gutawa

Beberapa hari ini saya sedang sering mendengarkan lagu-lagunya Gita Gutawa. Penyanyi yang baru berusia 12 tahun anak komponis Erwin Gutawa ini memang dikaruniai suara yang indah. Album yang berjudul sama dengan namanya ini berisi 12 lagu. Hampir semuanya enak. Berikut judul-judul lagu yang ada di album Gita yang baru ini :

  1. Kembang Perawan
  2. Bila
  3. Bukan Permainan
  4. Surga Di Telapak Kakimu
  5. Your Love
  6. Doo Be Doo
  7. Apa Kata Bintang
  8. Alunan Sebuah Lagu
  9. Sahabat Kecilku
  10. Dengar
  11. Vocalizing
  12. To Be One

Dua lagu yang menjadi favorit saya di album ini adalah lagu “Surga Di Telapak Kakimu” dan “Your Love”. Berikut adalah lirik dari lagu “Surga Di Telapak Kakimu” :

Kunyanyikan sebuah lagu untukmu Ibu
S’bagai wujud terimakasihku kepadamu
Tanpa lelah Kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku
Izinkanlah tanganmu kucium dan kubersujud di pangkuanmu
Temukan kedamaian di hangat pelukmu

Di dalam hati ku yakin serta percaya
Ada kekuatan doa yang Engkau titipkan lewat Tuhan
Membuat semangat bila diri ini rapuh dan tiada berdaya

Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu saat kulukai hatimu
Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu terbuka pintu ke surga

Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya di hidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu

Lagu ini punya lirik yang bagus sekali, ditambah penyajian Gita dengan suaranya yang tinggi, bening membuat kadang merinding mendengar lagu ini 🙂 . Secara umum album ini layak diacungi jempol. Dengan banyak sentuhan orkestra di dalam lagunya menambah indahnya lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Gita Gutawa.

Pertama kali saya mendengar suara Gita Gutawa adalah ketika dia menyanyi dalam lagunya Ada Band – “Yang Terbaik Bagimu”. Di situ saya heran sekaligus kagum, anak semur dia suaranya bisa melengking tinggi dengan merdu. Setelah mencari tahu, rupanya anak tersebut anaknya Erwin Gutawa. Pantas lah musisi terkenal Indonesia punya anak jago menyanyi. “Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga” kan. 😀

Bicara Soal Kepuasan Pelanggan

Semalam saya pulang kantor dengan menggunakan jasa taksi Bluebird. Kebetulan sekali pengemudinya (sebut saja Pak A) enak diajak ngobrol. Banyak hal yang kita bicarakan selama perjalanan dari kantor ke rumah. Yang paling menarik adalah topik soal kepuasan pelanggan Bluebird. Rupanya banyak orang yang fanatik dengan merek Bluebird. Tidak mau naik taksi lain selain Bluebird. Pak A ini punya banyak pengalaman tentang kefanatikan pelanggan Bluebird.

Pernah katanya ada seorang ibu yang naik di taksinya bercerita, dia rela menunggu taksi sampai hampir 2 jam cuma karena tidak ada satupun taksi Bluebird yang lewat. Dan lebih wahnya lagi, setelah Si Ibu naik ke taksi yang dikemudikan Pak A Si Ibu malah marah-marah. Loh? Iya, Si Ibu “marah-marah” pada Pak A katanya kemana saja Bapak ini saya sudah hampir 2 jam menunggu tak satupun taksi Bluebird yang lewat. Ha..ha..ha..sangat lucu kedengarannya, saya yang mendengar cerita dan Pak A yang sedang bercerita pun tertawa mengisahkan cerita tadi. Sampai setinggi itu rupanya kepuasan pelanggan Bluebird sampai Si Ibu yang marah-marah karena menanti-nanti Bluebird yang lewat.

Ada lagi hal lucu yang Pak A ceritakan pada saya. Pernah katanya dia sedang menunggu penumpang di salah satu mal di Jakarta. Ketika tiba gilirannya menerima penumpang, si penumpang malah menolaknya. Penumpang tadi bilang : “Saya mau taksi Bluebird yang ada gambar burungnya”. Memang Pak A membawa taksi Pusaka Satria (salah satu anak perusahaan Bluebird Group). Walaupun Pak A sudah menjelaskan bahwa taksinya juga adalah milik BlueBird, tetap saja si penumpang tadi tidak mau naik ke taksinya. Wah wah..luar biasa juga cerita yang satu ini. Penumpang begitu fanatiknya pada sebuah merek layanan taksi sehingga tidak mau beralih ke taksi yang lain. Tapi untuk kasus yang satu ini kami berdua pun sepakat mengatakan si penumpang tadi “udik” 😀 jarang naik taksi rupanya, sehingga tidak tahu kalau Bluebird punya banyak anak perusahaan – Pusaka (Pusaka Nuri, Pusaka Satria), Morante, Cendrawasih, Bali Taksi, dll.

Pak A juga bercerita ketika ramai-ramai taksi di Jakarta memasang tulisan “TARIF LAMA” di badan taksinya, Bluebird pun merasakan penurunan jumlah penumpang. Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama. Dalam tempo yang tidak terlalu lama, jumlah penumpang per armada kembali naik dan stabil seperti semula. Pak A berani menganalisis bahwa itu karena masyarakat sudah tahu dan merasakan yang mana yang bagus kualitas layanannya. Mungkin awalnya masyarakat iseng mencoba layanan yang lebih murah. Tapi ujung-ujungnya kembali lagi menggunakan layanan Bluebird karena pertimbangan kenyamanan dan kualitas pelayanan.

Dari sisi teori branding, positioning, dan differentiation-nya Hermawan Kertajaya, Bluebird telah sukses membangun loyalitas pelanggan. Nama/merek Bluebird sudah melekat di benak konsumen. Dengan memberikan layanan yang selalu distandarkan kualitasnya, kepuasan pelanggan dapat tercapai. Ada nilai-nilai yang diperoleh pelanggan yang tidak diperoleh di layanan lain, seperti misalnya kenyamanan, perasaan aman, perasaan dipentingkan. Memang untuk mencapai loyalitas pelanggan sampai seperti itu dibutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan waktu yang tidak sebentar. Kualitas, mutu layanan harus menjadi yang utama dalam segala hal. Lambat laun pelanggan akan tahu mana yang berkualitas dan lama-kelamaan kesetiaan pelanggan pun akan tercapai.

Tulisan ini murni pengalaman dan pandangan pribadi saya, bukan disuruh Bluebird promosi..ha..ha..ha… 😀