Polisi Kehilangan Taringnya Kah?

Hari ini saya membaca berita yang lucu sekaligus mencemaskan, berita di Detik.com mengatakan seorang polisi luka-luka dihajar FPI. Wuih…aparat keamanan negara dihajar orang sipil? Dunia rupanya sudah mulai terbalik.

Hari Kamis 29 Maret 2007 kemarin, Jakarta memang disibukan dengan beberapa demo. Yang paling ramai adalah di Jalan Jendral Soedirman dan di Jalan Proklamasi. FPI dan FBR adalah demostran yang terlibat. FPI (Front Pembela Islam) dan FBR (Front Betawi Rempug) sama-sama menentang acara yang diadakan Papernas (Partai Persatuan Pembebasan Nasional). Kedua ormas menentang Papernas yang dituding menjadi partai reinkarnasi PKI, beraliran komunis. Tapi berita lain yang saya dengar, para petinggi Papernas menentang keras jika partainya dituding sebagai partai komunis.

Yang membuat saya cukup geram adalah aksi perusakan yang dilakukan demostran. Kenapa harus berdemo dengan anarkis seperti itu? Polisi pun tampaknya sudah “terlalu baik” karena tidak menindak tegas demonstran yang anarkis. Kalau setiap demo, para demostran dibiarkan bertindak seperti itu, wah bisa kacau jadinya Jakarta. Polisi seharusnya melakukan langkah preventif sebelum aksi anarkis terjadi. Konyol kan kalau Polisi bertindak setelah ada korban. Beberapa mobil angkutan umum rusak, apa harus ada korban jiwa dulu Polisi baru bertindak? Terbentur HAM? Ah, HAM yang mana dulu yang akan dijunjung? Bagaimana dengan hak asasi warga Jakarta yang ingin Jakarta damai dan bebas huru -hara, bebas macet (katanya Jalan Soedirman macet sekali ketika aksi demostran tadi berlangsung) ? Atau Polisi takut? Masa jadi Polisi kok takut? Saya sejak kuliah memang bukan orang yang senang ikut demo, tapi saya yakin sekali andaikata saya ikut demo pun, saya tidak akan melakukan tindakan anarkis…melempari orang dengan batu, memecahkan kaca mobil, apalagi memukuli aparat. Demo ya demo, anarkis nanti dulu.

Sangat disayangkan Polisi lambat mengambil tindakan tegas. Meskipun beberapa orang yang terlibat bentrok sudah diamankan, namun tetap saja percuma. Imbas dari tindakan anarkis mereka sudah terjadi. Pak Polisi, galak sedikit tidak apalah asal pada tempatnya. Sepertinya kalau sedang menilang pelanggar lalu lintas, Bapak-bapak galak kok😀 …..masa sekarang yang di depan mata merusak kok tidak ditindak tegas?

4 thoughts on “Polisi Kehilangan Taringnya Kah?

  1. Silakan saja jadi klawu, tapi jangan konyol lah….malu-maluin, masa aparat digebukin orang sipil. Kalau salah sih silakan saja digebukin, ini mau menertibkan malah digebukin. Konyol sekali…😀

  2. Bukan soal galak atau tidak galak, tapi ada uang atau tidak ada uang? Tentunya akan bertindak apabila ada uang…

    Mohon para polisi jangan tersinggung, saya hanya bicara fakta secara umum yang terjadi.

    Kalau tersinggung berarti mirip atau malah anda salah satu oknumnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s