Atlet Catur Ditelantarkan Pemerintah

Tadi pagi saya melihat tayangan Liputan 6 di SCTV. Ada liputan tentang pecatur cilik Indonesia (Ruli Rachmat..kalau saya tidak salah ingat) yang menang di kejuaraan catur ASEAN di Ancol tahun lalu. Tragisnya, meskipun dia dapat medali emas dan perunggu dia harus pulang jalan kaki dari Ancol ke rumahnya di Cempaka Putih. Gila…atlet catur membawa nama Indonesia tapi tidak diberi akomodasi memadai. Sampai urusan transportasi tidak disediakan.

Yang menarik untuk dikomentari adalah wawancara Bayu Setiono (pembawa acara Liputan 6) dengan Menpora Adhyaksa Dault via telepon. Di wawancara tersebut Bayu menanyakan mengapa pemerintah terkesan menelantarkan orang yang sudah membawa nama Indonesia lewat prestasi olahraga. Lucu sekali mendengar komentar Menpora. Dia marah-marah tidak mau disalahkan atas pengalaman si pecatur pulang jalan kaki setelah dia meraih 4 medali sementara kakaknya meraih 5 medali. Menurut Menpora, masih banyak atlet yang miskin dan semuanya bukan tanggung jawab Menpora semata, masa semua urusan dilimpahkan ke Menpora.

Komentar Menpora dengan nada tinggi tersebut memancing saya semakin memperhatikan wawancara tersebut. Saya kecewa melihat Menpora berpendapat demikian. Mengapa Menpora tidak dengan rendah hati mengakui bahwa ada kelemahan yang ada di pemerintah khususnya departemen yang mengurusi masalah olahraga. Dia mengatakan sudah ada PB Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) yang mengurusi hal tersebut. Sangat memprihatinkan bagi saya, seorang Menteri berpendapat demikian. Terkesan lepas tanggung jawab, tidak mau disalahkan. Lain kan halnya dengan perlakuan yang diberikan pemerintah terhadap atlet semacam Taufik Hidayat. Bulutangkis mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Mungkin cara penyampaian Menpora yang kurang tepat, dengan nada tinggi dan terkesan marah-marah. Mungkin juga benar Menpora sudah banyak urusannya sehingga tidak mau diganggu dengan urusan-urusan sepele seperti mengantar (atau paling tidak mengongkosi) atlet berprestasi pulang setelah bertanding. Tapi ya, bagi saya tetap saja lucu menyaksikan wawancara tadi. Menteri kok marah-marah di depan publik. Orang salah kan biasanya lebih galak….πŸ˜€

10 thoughts on “Atlet Catur Ditelantarkan Pemerintah

  1. Couldn’t he take a bus or taxi or anything ?
    It’s like dramatizing the story..
    Well, yeaa.. Menpora shouldn’t be bothered with this kind of things..

    No need to be mad though, he he

  2. Terlepas dari dia bisa naik taksi atau bis, tetap saja kita prihatin melihat ada atlit yang membawa nama Indonesia tapi tidak diberi atensi dari pemerintah. Apakah hanya cabang-cabang olahraga tertentu saja yang dianakemaskan? Just info, Ancol ke Cempaka Putih lumayan dekat lah..masih bisa kalau mau niat jalan kaki. Kalau Anda tanya kenapa dia tidak naik angkutan, coba aja pikir..kalau duit sama sekali tidak ada gimana? Masa membawahi banyak orang di departemennya, Menpora tidak bisa mengatur supaya atlit diberi “sedikit” kesejahteraan?

  3. Imho,if it’s not really that far, then it shouldn’t be that big a deal.

    Well, everyone has their own scale of priority..
    Seems to me that he doens’t care that much bout the other things ( such as transportation ) than winning the match. So he walked home, coz maybe the next important thing for him was ‘what to eat’.
    Life’s just a bunch of damn choices..

    Inspite of the ‘obligation’ of the goverment giving ‘incentive’ to those atlets ( which i really really don’t know a thing about it ), well let’s say it’s just one of a hundreds other injustice.
    What do you expect anyway, it’s Indonesia man..

  4. Justru karena saya tahu sedang hidup di Indonesia..makanya saya menjadi prihatin. Anda tahu Taufik Hidayat? dielu-elukan bagai pahlawan…apa bedanya kalau Taufik yang menang buat Indonesia?

  5. But of course i’m concerned bout the poverty of athletes.

    Taufik, yeah.. that’s why i said it’s one of those injustices.
    People here just don’t have that much of appreciation.
    Although it’s also undeniable – Chess is not as popular as Badminton –
    What more can i say..

    If you do live in Indonesia, then you should’ve known : we don’t expect to much from the gov.
    They’re probaly too busy earning fund to buy ‘cheaper’ laptop.. huahaha

  6. Taufik dielu elukan karena mertuanya jenderal. Di Indonesia, pada umumnya, orang berbakat selalu tersingkir, yang pasti tampil adalah mereka yang berpengaruh dan memilki kekuasaan. =p

  7. Halo Piter, salam kenal…πŸ˜€
    Jauh sebelum dia jadi menantu jenderal dia juga sudah dianggap seperti layaknya selebritis. Tapi pendapat Anda memang benar, yang tampil adalah yang berpengaruh dan punya kekuasaan…satu lagi sih PUNYA DUITπŸ˜€

  8. Pingback: Atlit Catur Ketemu Presiden « Blognya Tedy Tirtawidjaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s