Heboh Laptop DPR – “batal”

Melanjutkan cerita saya sebelumnya, hari ini akhirnya Agung Laksono sebagai ketua DPR RI membatalkan rencana pembelian laptop bagi seluruh anggota DPR. Dengan demikian dana sekitar 12.5 milliar rupiah dapat digunakan untuk anggaran lainnya. Syukurlah masih banyak orang yang berpikir lurus di DPR kita.

3 thoughts on “Heboh Laptop DPR – “batal”

  1. Saya sendiri melihat hal ini kok sepertinya hanya cara-cara klasik dari DPR untuk mencari simpati. Yang sebenarnya memang tidak akan ada pembelian laptop, hanya saja sengaja membuat heboh dengan diberitakan akan membeli laptop. Namun setelah ada penolakan dari masyarakat maka Ketua DPR RI dengan “gaya’ nya akan membatalkannya. Untuk mencari popularitas? Mungkin saja…

    Kalau benar DPR RI mewakili rakyat, tidak perlu heboh laptop atau mencari popularitas. Tapi buktikan dengan tindakan nyata.

    Dengan menganggap kasus Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II BUKAN sebagai kasus pelanggaran HAM apakah ini yang disebut perwakilan rakyat?

    Pertanyaannya adalah, siapa mewakili siapa?

    Budy Snake
    Social Observer

  2. Anda mungkin terlalu jauh berpikir dan menganalisis. Tidak salah memang membaca analisis soal DPR mau cari simpati. Tapi kalau kita lihat gaya anggota DPR yang selalu cari keuntungan (seperti beberapa bulan lalu minta naik gaji/tunjangan) tidak salah kalau hampir sebagian besar orang akan berpikir bahwa anggota DPR selalu cari untung sendiri. Agung Laksono juga bukan orang bodoh yang mau cari simpati dengan cara-cara yang menyudutkan DPR. Masih ada 1001 cara yang bisa mereka lakukan untuk mencari simpati. Kalau tidak percaya, baca deh blog-blog yang lain. Banyak sekali kecaman yang muncul. Walaupun laptop batal dibeli efeknya jelek sekali kan bagi image anggota dewan? Alangkah tololnya DPR kalau menggunakan siasat laptop untuk mencari simpati.

  3. Saya sendiri melihat hal ini kok sepertinya hanya cara-cara klasik dari DPR untuk mencari simpati rakyat.
    Bisa saja kan yang sebenarnya memang tidak akan ada pembelian laptop, hanya saja sengaja membuat heboh dengan diberitakan akan membeli laptop. Namun setelah ada penolakan dari masyarakat maka Ketua DPR RI dengan “gaya” nya akan membatalkannya. Untuk mencari popularitas? Mungkin saja…

    Kalau benar DPR RI mewakili rakyat, tidak perlu heboh laptop atau mencari popularitas. Tapi buktikan dengan tindakan nyata.
    Sejauh mana kebenaran dari dugaan saya tersebut, hanya Tuhan yang tahu.

    Faktanya, dengan menganggap kasus Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II BUKAN sebagai kasus pelanggaran HAM berat, apakah ini yang layak disebut Dewan Perwakilan Rakyat?

    Pertanyaannya adalah, siapa mewakili siapa?

    Budy Snake
    Social Observer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s