Makan Di Bandung

Dua hari ini saya sedang berada di Bandung. Belum sempat update blog selama dua hari ini, sekarang ada kesempatan saya menulis sebuah postingan.

Selasa 13 Maret 2007 lalu, saya berangkat ke Bandung untuk urusan kantor. Ada pekerjaan memasang kabel fiber optic di kantor Telkom Lembong, Bandung. Fiber optic yang dipasang akan digunakan sebagai trunk frame relay. Trunk yang dibuat akan menghubungkan perangkat frame relay yang ada di Bandung ke perangkat frame relay di Jakarta. Sebenarnya sudah ada trunk antara perangkat frame relay Bandung dan Jakarta. Kali ini akan dibuat sebuah trunk yang melewati MPLS network yang dimiliki Telkom. Untuk melewatkan data frame relay melalui network MPLS, perangkat frame relay akan disambungkan ke router Cisco terlebih dulu.

Di Bandung saya menyempatkan diri makan di tempat-tempat makan favorit saya dulu semasa kuliah. Ada 3 tempat makanan yang kemarin saya datangi bersama teman saya. Tempat makan yang saya rekomendasikan untuk Anda semua.

Yang pertama sate kambing Pak Gino di Jalan Sunda Bandung. Tempatnya tepat berada di samping rel kereta yang melintasi Jalan Sunda. Kalau Anda dari arah Jalan Veteran, sate kambing ini berada di sisi kanan jalan. Sate kambing Pak Gino ini terkenal dengan penyajiannya yang menggunakan hot plate. Sate disajikan di sebuah pinggan batu yang panas, mirip seperti yang biasa digunakan untuk menyajikan steak. Harga seporsi (10 tusuk) sate kambing sekitar Rp18000,- sangat cocok dengan rasanya. Daging empuk, manis kecapnya patut dicoba oleh Anda yang gemar sate kambing.

Tempat yang kedua adalah mie baso Veteran. Tempatnya di Jalan Veteran atau dulu dikenal dengan nama Jalan Bungsu. Tempatnya persis di samping outlet Eduard Forrier. Mungkin sepintas tampilan tempatnya yang tidak terlalu luas membuat orang menyangsikan kualitas makanan di sini. Tapi jangan salah, walaupun tempatnya tidak terlalu luas rasanya boleh dicoba. Mie baso ini menurut saya punya rasa yang khas. Dilengkapi dengan pangsit goreng, kerupuk kulit sapi (orang Sunda menyebutnya dorogdok), baso sapi, jeroan sapi. Seporti mie baso komplit harganya cuma Rp10000,- Jangan lupa kalau Anda mampir ke tempat itu, pesan juga es jeruk. Es jeruk di tempat ini juga mantap. Harganya yang cukup mahal sekitar Rp7000,- sangat pas dengan kualitas rasanya, jeruknya asli sekali. Mungkin cukup asam rasanya karena dibuat dari banyak jeruk asli.

Tempat yang ketiga adalah Sadewa Steak, yang terletak di Jalan Sadewa. Jalan Sadewa tidak jauh dari Bandara Husein Sastranegara. Harganya cukup bersaing (alias murah🙂 ). Murah tapi enak. Yang saya rekomendasikan untuk Anda coba adalah tenderloin steak, black pepper steak, dan beef cordon blue (semoga tidak salah tulis). Harganya sekitar Rp18000,-. Dengan harga sebesar itu kita bisa makan kenyang steak skala warung. Jauh lebih enak daripada Waroeng Steak yang katanya franchise dari Yogyakarta (murah dan tidak enak😦 ).


Technorati : , , , ,

Powered by Zoundry

2 thoughts on “Makan Di Bandung

  1. Pingback: Blognya Tedy Tirtawidjaja » Cerita dari Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s