Aneka Menu Sarapan

Menu sarapan pagi yang paling mudah dijumpai di Jakarta adalah nasi uduk. Setidaknya itu yang saya rasakan selama hampir 1 tahun tinggal di Jakarta. Nasi uduk adalah nasi yang dimasak dengan campuran santan sehingga nasinya saja sudah gurih. Lauk yang ditawarkan umumnya tempe goreng, bakwan, semur telur, tahu, atau semur tempe. Rata-rata pedagang nasi uduk di Jakarta menyediakan sambal kacang dan kerupuk sebagai pelengkap makanan. Di dekat tempat tinggal saya di bilangan Tomang, setidaknya ada 3 penjual nasi uduk yang saya pernah coba. Dulu ketika saya kerja di daerah Pintu Air, saya sering membeli nasi uduk yang dijual di depan stasiun Juanda (biasanya titip office boy).

Di Bandung lain lagi, paling banyak dijumpai adalah penjual bubur ayam dan nasi kuning. Nasi kuning itu mirip dengan nasi uduk, sama-sama dimasak dengan campuran santan. Hanya bedanya, nasi kuning diberi tambahan kunyit sehingga warnanya menjadi kuning. Biasanya disajikan dengan irisan telur dadar, abon sapi, soun (semacam bihun tapi yang dibuat dari tepung aci), sambal oncom, dan kerupuk. Tapi Bandung lebih terkenal bubur ayamnya daripada nasi kuningnya. Bubur ayam di Bandung itu tanpa kuah. Bubur disajikan dengan cakwe (roti goreng yang panjang, terbuat dari terigu), irisan daging ayam (ada juga ati atau ampela ayam), dan kerupuk. Oh ya, yang tidak pernah absen dari bubur ayam Bandung adalah kecap manis. Surabi (atau serabi ya yang benar?) juga salah satu makanan yang umum dimakan saat sarapan pagi di Bandung. Ini agak susah mendeskripsikannya :D ; surabi itu semacam kue dari terigu yang dicetak bundar. Adonan surabi (agak cair) di panaskan pada semacam tungku kecil (terbuat dari tanah liat) yang dipanaskan dengan menggunakan kayu bakar. Surabi rasanya gurih
Di Cirebon kampung halaman saya (sebuah kota kecil di pantai utara Jawa; perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah), nasi Jamblang dan nasi lengko merupakan menu sarapan pagi yang murah meriah dan terasa nendang di perut :D . Nasi Jamblang adalah nasi putih yang dibungkus dengan daun jati. Disajikan dengan menu yang bermacam-macam : tempe tahu goreng, tahu sayur (berkuah), sambal goreng, ikan asin, telur dadar, paru sapi, sate kentang, perkedel, dan macam-macam lauk lainnya. Sementara nasi lengko adalah nasi putih yang disajikan dengan tambahan irisan tempe dan tahu goreng, kecambah (toge), daun bawang. Semuanya dicampur di atas nasi putih lalu diberi sambal kacang dan disiram kecap. Nasi lengko enaknya dimakan dengan kerupuk putih. Selain itu memang ada juga yang pedagang yang menjual nasi kuning seperti di Bandung. Cuma bedanya, nasi kuning di Cirebon tidak disajikan dengan sambal oncom tapi dengan sambal goreng biasa.

Di Semarang, setahu saya yang paling banyak dijual orang untuk sarapan pagi adalah nasi ayam. Nasi ayam yang disajikan bukan dengan piring tapi dengan daun pisang. Nasi ayam sendiri sebenarnya nasi putih yang disajikan dengan semacam opor ayam (kuahnya putih). Sepintas agak mirip dengan gudeg Yogya.

Nah apa yang Anda makan ketika sarapan pagi?

(Saya menulis ini sambil sarapan nasi uduk di kantor :D )

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s