Iklan Paranormal di POS KOTA

By tedytirta

Sesuatu membuat saya geli pagi ini. Saya geli ketika tak sengaja membaca harian POS KOTA yang diletakan teman saya di meja tamu. Di harian itu ada beberapa iklan “PARANORMAL”. Macam-macam layanan yang mereka tawarkan : jasa menangkap tuyul/setan/dkk, pengasihan, benteng gaib, pasang susuk, santet, pelet wanita, dsb.

Ada sesuatu yang menarik untuk dianalisis, coba Anda pahami baik-baik 2 poin analisis berikut ini :

  1. Mengapa rata-rata iklan semacam ini sering sekali ada di harian yang lebih mementingkan oplah ketimbang konten berita? Yang komunitas pembacanya adalah dengan latar belakang pendidikan rendah? Meskipun tak dipungkiri banyak juga orang berpendidikan yang membacanya karena sedang mencari iklan mobil misalnya, atau sedang mengiklankan rumahnya. Tidak percaya? belilah harian yang tampilannya tidak menarik, dengan headline yang dibuat dengan bahasa seadanya, atau kadang dengan bahasa yang membuat kita geleng kepala. Hampir dapat dipastikan ada iklan-iklan seperti itu.
  2. Mengapa hampir tidak ada iklan semacam itu di harian berskala nasional yang cukup punya nama – Kompas, Media Indonesia, dll – mahalkah beriklan di harian sekelas itu? Bukankan dengan area distribusi yang lebih luas dapat menjaring konsumen lebih banyak?

Saya rasa bukan masalah ongkos pasang iklan yang menjadi pertimbangan mengapa para paranormal lebih suka beriklan di harian di poin 1 di atas. Saya pikir yang menjadi alasan adalah mereka (si paranormal pemasang iklan) tahu persis sasaran layanannya (target market). Tentu lebih banyak orang yang “percaya” hal-hal yang mereka tawarkan, jika mereka mengiklankan diri di harian seperti yang saya sebut pada poin 1 di atas. Anda menangkap kan maksud saya?

Kasihan masyarakat kita, terus-terusan dibodohi hal-hal mistis seperti ini.

8 Responses to “Iklan Paranormal di POS KOTA”

  1. Budy Snake Says:

    Itulah kondisi masyarakat kita yang masih saja berkutat dengan hal gaib di era globalisasi dan teknologi tinggi. Kondisi itu muncul karena pola berpikir mereka masih tidak jauh dari paham okultisme, mereka masih percaya dengan animisme dan dinamisme.

    Apabila dilihat dari aspek psikologi sebenarnya bangsa kita ini mengalami krisis percaya diri. Orang yang mengalami krisis percaya diri akan selalu berorientasi pada hal-hal gaib. Contoh:
    *Bertanya pada peramal tentang masa depan.
    *Datang kepada paranormal untuk meminta ilmu pelet.
    *Meminta jimat kepada paranormal agar usahanya lancar, dsb.

    Nah, hal ini dianggap sebuah peluang bisnis bagi kalangan paranormal modern yang seringkali beriklan di koran dan majalah bernuansa mistis.
    Apakah para paranormal salah? Saya tidak ingin berkomentar. Tapi yang jelas, masyarakat kita saja yang mau dan senang dibodohi. Tentunya dalam sisi marketing tidak akan ada penjualan apabila tidak ada pembeli bukan?

    Demikian komentar dari saya, terima kasih.

    Budy Snake
    Indonesian Language & Social Observer

  2. tedytirta Says:

    Terima kasih Sdr. Budy

    Saya senang bisa membaca komentar Anda, cukup mengena dan mendukung analisis saya.

    Sebenarnya paranormal memang tidak bisa disalahkan…dimana ada permintaan di situ ada penawaran bukan?

  3. Drazat Says:

    Paranormal…/dukun…? mungkin nama itu sangat rendah pada imets masyarakat modern, toh ada yang memanfaatkan atau membodohi masyarakat kita, saya rasa itu adalah opnum demi kepentingan pribadi, dengan kata lain bukankah orang yang punya kelebihan tidak punya sifat spt diatas…

  4. roberto Says:

    Well saya hanya ingin kasih sedikit comments saja.
    Menurut saya dan dari pengalaman saya, para paranormal itu ada 2 macam. Yang bener dan yang ga bener.Relatively semua jasa yang mereka berikan tentu ada fee/cost. nothing is free di dunia ini. Fee yang wajar is raesonable.

    Saya pernah di bantu paranormal dalam menutuhkan rumah tangga saya. dan juga saat jual rumah yang ada penunggunya. Dua dua sukses da tidak mahal.
    2 hal tersebut di kerjakan oleh 2 orang yang berbedah sesuai keahlian mereka .
    My opinion, di dunia ini ada hal hal yang di luar kemampuan kita yang orang biasa.Maka harus diselesaikan oleh orang orang tertentu yang mampu.
    sampai sekarang rumah tangga saya aman aman saja, alls happy.

    Tapi kita harus hati2 mencari orang pinter . paranormal, JANGAN yang terlalu komersial dan tarifnya gila gilaan.
    Saat saya menangani urusan rumah tangga saya , hanya kasih tip 400.000.
    (itu 50% as downpayment dan sisa setelah ada hasil)

    Ya it ok pakai jasa orang pinter buat tujuan baik tentunya.
    Kedua oarng pinter tersebut saya temukan di pos kota. dan saat datang rumah mereka juga ok , artinya bukan gubuk tapi dalam real estate di daan mogot.

    terima kasih

  5. tedytirta Says:

    @ roberto : baguslah masih ada orang seperti Anda, kalau tidak bisa-bisa paranormal gulung tikar gak punya penghasilan :)

  6. sonny Says:

    Quran : “dan tidaklah mengerti kecuali orang2 yang berpikir” …. konsepnya begini Dunia ini adalah himpunan Realita (kenyataan). Sedangkan himpunan Logika (dunia logis) adalah himpunan kecil di dalam himpunan besar realita … Maka kalau anda tertawa dengan iklan tuyul, aji pengasihan dlsb … mungkin anda mesti set back lagi pikiran anda. contoh gampang begini … orang mempercayai roh walaupun roh tidak kelihatan. orang hanya mendefinisikan orang yang tidak punya roh disebut mayat, sedang yang masih ada rohnya di sebut hidup. Anda mau mengingkari roh yang ghaib ??? mau mengingkari existensi roh yang un-explain ??? … maka giliran saya yang menertawakan anda.

  7. tedytirta Says:

    @ sonny : terima kasih sudah menertawakan saya :D

  8. iwan Says:

    bukan maksud saya membela paranormal,cuma anda termasuk orang yg awam tentang masalah gaib.saya punya pengalaman,1 th yg lalu,ibu saya sakit muntah darah hampir 1 ember,buta mendadak,lumpuh mendadak,dirawat seminggu di rumah sakit di bandung,habis jutaan rupiah,tapi dokternya sendiri ga bisa menangani penyakit aneh ini,dokter menyarankan berobat kampung,alhamdulilah syareatnya cuma dikasih air oleh paranormal sembuh sampe sekarang

Leave a Reply